Boot Animation S5 For Samsung Galaxy Mini 2

16.59

Selamat malam, hari ini saya mau share cara merubah boot animation jadi seperti galaxy s5... yuk cekidot sob !!!

Cara menginstall :
  • Backup bootanimation kamu terlebih dahulu untuk berjaga-jaga kalo tidak bisa
  • Download dan pilih bootanimation yg sesuai dengan ukuran layar anda
  • Lalu install dengan cara flash via CWM (Tekan bersamaan Volume Up+Down+Home+Power)
  • Reboot dan Selamat menikmati

Link :

[320x480] untuk Galaxy Mini 2
[240x320] untuk Galaxy Mini 1



NB : Saya sudah mencoba boot animation ini dengan ukuran "320x480" HP Galaxy Mini 2 dengan CM 10.1 build 20140407 dan berhasil !!!

Sekian tutorial cara merubah boot animation dengan boot animation galaxy s5

Terima kasih :
Allah YME
Orang Tua
@MasterC22
@bjtmosfet
@MIRZLD
Dkk

cara compile & decompile apk,serta cara mengatasi app yg fc setelah recompile

16.57
PERMISI...NEWBIE IZIN BIKIN DOC YA...


INSTALL FRAMEWORK DI APKTOOL NYA

1. download apktool, ekstrak di sdcard/(disini). jangan di folder di sdcard
3. Install apk yg ada di dalam folder apktool yang sudah diekstrak tadi
4. Copy framework-res.apk dengan root eksplorer ke dalam folder apktool
5. buka aplikasi apktool, masuk ke sdcard/apktool/(disini).. klik framework-res.apk dan pilih Import to Framework dan tunggu sampai selesai.

jika sudah di import framework-res.apk, capcuss... JANGAN LUPA BACKUP FILE YANG MAU DI EKSEKUSI..
1. Taruh apk yg mau di decompile ke folder /sdcard/apktool/(disini) (misal: SystemUI.apk)
2. pilih decompile all lalu akan muncul folder "SystemUI,_src" (kalau tahap ini gagal mungkin ada masalah dgn apknya)
3. Di tahap ini silahkan edit sesuai tutor yg bisa dicari di grup atau di gugel dan sangat dibutuhkan ketelitian agar .
4. Jika sudah selesai editing nya, tekan folder SystemUI_src tadi dan pilih recompile... tunggu sampai selesai.. jika editingnya benar liat log terakhirnya harus "## buildiing apk..' dan muncul file baru bernama SystemUI_src.apk
5. tekan SystemUI_src.apk tadi lalu pilih 'sign apk'.. nanti muncul file SystemUI_src_sign.apk

7. selesai
Gimana, mudah kan? wkwk..
ini jauh lebih simple dibanding harus ekstrak file apk dan replace.. :v
Oh iya..
Untuk yg sukses recompile tapi app nya fc coba cara ini..
1. Copy SystemUI.apk ke dalam folder apktool
2. Buka aplikasi apktool, masuk ke folder apktool, klik SystemUI.apk, pilih Decompile All
3. Kalau sudah selesai decompile nanti akan muncul folder hasil dari decompile tadi yaitu SystemUI_src
4. masuk ke folder hasil decomple tadi dan edit sesuai kebutuhan
5. Setelah selesai edit klik folder SystemUI_src pilih recompile dan tunggu sampai selesai (lumayan lama) nanti akan muncul folder "build" di dalam folder "SystemUI_src">

7. Masuk ke folder "sdcard/apktool/SystemUI_src/build/apk/disini" dan copy semua yg ada disana ke dalam folder ekstrakan SystemUI yang ori tadi (replace)
8. Compress lagi file-file SystemUI ori yg udah direplace tadi jadi zip
9. rename jadi SystemUI.apk dan taruh ke system/disini ubah permission ke rw-r--r--.. pindahkan lagi ke system/app/disini..
NB: -Untuk mempermudah pengeditan file xml bisa gunakan aplikasi "920 Text Editor" yg dapat di download gratis di playstore,kalo editnya pakai rootex gak bisa
     -BACA TUTORIAL DENGAN TELITI OK!!!
 
CREDIT:-WWW.GOOGLE.COM
            -TEMEN-TEMEN YG DI GRUB FB DAN WHATSAPP
     
MAAF CREDIT GAK BISA DISEBUTIN SATU-SATU,BANYAK BANGET SOALNYA (Y)

MOD for Stock ROM DXLD1 rasa S5

16.55
Hanya buat yang minat aja 





Untuk link update SystemUI diatas,stelah di download di extarct lalu di pusk kesystem pake rootex

Credit :

- Xabi Sena
- Sigit Ryuzaky Hiyugha
- Teguh Satria

Segala sesuatu yang terjadi ditanggung penumpang

(SHARE) CARA MERUBAH TAMPILAN SETTING SEPERTI TABLET GALAXY MINI 2

16.52
Assalamualaikum Wr.Wb
Spesial Edisi Ramadhan
Newbie Izin Buat DOC Gan
Langsung Aja ya Biar Ga Kelamaan
Syarat
- HH Udah Di Urut
- Udah Deodex
- Udah Terinstal Xposed + App Setting (Xposed Harus Terupdate)



Langkah - Langkahnya :
  • Buka Menu App Setting Yang Udah Terinstal ( kalo belum download dulu / cari di embah google )
Pilih App yang di tuju yaitu " Pengaturan/setting " atur dan setting Seperti ss di bawah ini ss : https://www***dropbox***com/s/6sno96ivr57nuzw/Screenshot_2014-07-05-04-24-24.png?m=
  • Install App (layout tablet setting )Ini dan Setiing Seperti SS di bawah ini :
Link : https://www***dropbox***com/s/him7l5u9sv29vkf/com.e_vertise.dopa.phab7-1.apk?m=

ss : https://www***dropbox***com/s/ms1ybbjuu8wp5w7/Screenshot_2014-07-05-04-23-40.png?m=
  • Setelah Semuanya udah Jangan Lupa Ceklis modulnya di Xposed nya
ss : https://www***dropbox***com/s/d1qps1k0xka3nyh/Screenshot_2014-07-05-04-24-02.png?m=

Kalo Udah Semua Tingal masuk menu firmwork di xposed dan pilih soft reboot
kalo berhasil tampilannya bakal kaya gini :
ss : https://www***dropbox***com/s/x8wa2mj8t40i4hp/Screenshot_2014-07-05-05-08-21.png?m=

Kalo Udah Kaya Gitu Berarti Berhasil
Kalo Gak Berhasil Perhatikan Lagi Tutor dari ss nya
Kalo Gak Berhasil Lagi Berarti Belum Tergolong Orang Ganteng

Note : Jangan Lupa Ganti Tanda (***) dengan titik ( . )

Ok Udah Dulu YA Ngantuk NhBuat Yang Lagi Puasa Semoga Di Lancarkan Puasanya dah....Kalo Ada Kesalahan kata mohon Maaf gan
Thank dan Wasalamualaikum Wr.Wb
Semoga Bermanfaat
Yang Udah Berhasih SS nya di Coment Y.....

Relock [BOOTLOADER] Sony Xperia E

16.43
untuk balik ke stock n relock bootloader, ini stepnya gan...


1. Download Xperia_relock-bootloader.ftf : http://www.d-h.st/4WD
2. Flash Xperia_relock-bootloader.ftf pake Flashtool
3. Flash stock firmware XE

Cara memainkan GBA (Gameboy Advance) Di sony Xperia

16.41
Buat yang bosan main game HD atau sejenisnya, nyok main game GBA (Gameboy Advance) aja.


Ini bahannya :


- Aplikasi “My Boy!” : 



Step 1 :
Download & Install “My_Boy_GBA_Emulator_1_1_9.apk


Step 2 :
Download ROM Gamenya, dan pindah ke “sdcard/myboy” (sebenarnya bisa ditempat lain, Cuma biar enak aja dicari datanya)


Step 3 :
Jalankan “My Boy!”, cari dan pilih ROM Game tempat kalian simpan, filenya berekstensi “*.gba”


HAVE FUN!

Hakikat Ilmu Dalam Al Quran

14.40
BAB I 
 PENDAHULUAN



 A. Latar Belakang Masalah
  Al-Qur’an adalah mukjizat islam yang abadi dimana semakin maju pengetahuan, semakin tampak validitas kemukjizatannya. Allah Swt menurunkannya kepada Nabi Muhammad Saw demi membebaskan manusia dari kegelapan hidup menuju cahaya Illahi, dan membimbing mereka ke jalan yang lururs. Rasulullah menyampakannya kepada para sahabatnya sebagai penduduk asli arab yang sudah tentu dapat memahami tabiat mereka. Jika terdapat sesuatu yang kurang jelas bagi mereka tentang ayat-ayat yang mereka terima, mereka langsung menanyakan kepada Rasullah. Diantara kemurahan Allah terhadap manusia ialah Dia tidak saja menganugerahkan fitrah yang suci yang dapat membimbingkan kepada kebaikan bahkan juga dari masa ke maa mengutus seorang Rosul yang membawa kitab sebagai pedoman hidup dari Allah, mengajak manusia agar beribadah kepadaNya semata. Menyampaikan kabar gembira dan memberika peringatan agar tidak ada alasan bagi manusia untuk mebantah Allah setelah datangnya para Rasul.

B. Rumusan Masalah
 Sehubungan dengan luasnya bab yang akan dibahas, maka penulis mengindentifikasi masalah berupa pertanyaan-pertanyaan yang memudahkan penulis dalam membatasi dan merumuskan masalah yaitu:
 1. Apa yang dimaksud dengan ilmu dalam al Qur’an?
 2. Bagaimana pandangan al Qur’an terhadap ilmu?
 3. Bagaimana hakikat ilmu dalam al Qur’an?
 4. Bagiamana kaitannya tafsir al Quran surah al Mujadalah : 11, Thaha: 114, an Naml : 15, al Qashah : 14 ?

C. Tujuan Penyusunan Makalah
 Adapun tujuan dari pembahasan makalah ini adalah:
 1. Untuk mengetahui pengertian tentang ilmu.
 2. Untuk mengetahui pandangan al Qur’an terhadap ilmu.
 3. Untuk mengetahui hakikat ilmu dalam al Qur’an.
 4. Untuk mengetahui kaitannya tentang hakikat ilmu dari tafsir beberapa surah dalam al Quran (surah al Mujadalah : 11, Thaha: 114, an Naml : 15, al Qashah : 14).

 D. Metode Penyusunan

Makalah Dalam penyusunan makalah ini perlu adanya metode yang benar-benar sesuai dan dapat menunjang kelancaran pembahasan.Oleh karena itu metode yang digunakan adalah literature study (kepustakaan) dengan mengumpulkan sumber-sumber yang digunakan penulis yang tercantum di daftar pustaka. E. Sistematika Penyusunan Makalah Di dalam makalah ini penulis membaginya kepada bagian yaitu:
1. BAB I Pendahuluan Dalam bab ini diuraikan tentang latar belakang masalah,rumusan masalah,tujuan pembahasan, metode pembahasan serta sistematika pembahasan.
2. BAB II Landasan Teoritis Dalam bab ini tercantum beberapa penjelasan mengenai metode penelitian yang menjadi landasan pembahasan pada makalah ini
3. BAB III Pembahasan Bab ini meliputi pembahasan macam-macam metode penelitian beserta penjelasannya
 4. BAB III Kesimpulan dan Saran Dalam bab ini diuraikan kesimpulan dan saran


 BAB II
LANDASAN TEORITIS 
 Al Qur'an adalah firman Allah yang di dalamnya terkandung banyak sekali sisi keajaiban yang membuktikan fakta ini. Salah satunya adalah fakta bahwa sejumlah kebenaran ilmiah yang hanya mampu kita ungkap dengan teknologi abad ke-20 ternyata telah dinyatakan Al Qur'an sekitar 1400 tahun lalu. Tetapi, Al Qur'an tentu saja bukanlah kitab ilmu pengetahuan. Namun, dalam sejumlah ayatnya terdapat banyak fakta ilmiah yang dinyatakan secara sangat akurat dan benar yang baru dapat ditemukan dengan teknologi abad ke-20. Fakta-fakta ini belum dapat diketahui di masa Al Qur'an diwahyukan, dan ini semakin membuktikan bahwa Al Qur'an adalah firman Allah. Pandangan Al Qur’an tentang ilmu dan teknologi dapat diketahui prinsip-prinsipnya dari analisis wahyu pertama yang diterima oleh Nabi Muhammad Saw. "Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari ‘alaq. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah. Yang mengajar manusia dengan pena, mengajar manusia apa yang tidak diketahuinya." (QS Al-’Alaq [96]: 1-5). Iqra’ terambil dari akar kata yang berarti menghimpun. Dari menghimpun lahir aneka makna seperti menyampaikan, menelaah, mendalami, meneliti, mengetahui ciri sesuatu, dan membaca baik teks tertulis maupun tidak. Wahyu pertama itu tidak menjelaskan apa yang harus dibaca, karena Al-Quran menghendaki umatnya membaca apa saja selama bacaan tersebut bismi Rabbik, dalam arti bermanfaat untuk kemanusiaan. Iqra’ berarti bacalah, telitilah, dalamilah, ketahuilah ciri-ciri sesuatu; bacalah alam, tanda-tanda zaman, sejarah, maupun diri sendiri, yang tertulis maupun yang tidak. Alhasil, objek perintah iqra’ mencakup segala sesuatu yang dapat dijangkaunya. Pengulangan perintah membaca dalam wahyu pertama ini bukan sekadar menunjukkan bahwa kecakapan membaca tidak akan diperoleh kecuali mengulang-ulang bacaan atau membaca hendaknya dilakukan sampai mencapai batas maksimal kemampuan. Tetapi hal itu untuk mengisyaratkan bahwa mengulang-ulang bacaan bismi Rabbik (demi Allah akan menghasilkan pengetahuan dan wawasan baru, walaupun yang dibaca masih itu-itu juga. Demikian pesan yang dikandung Iqra’ wa rabbukal akram (Bacalah dan Tuhanmu Yang Maha Pemurah). Selanjutnya, dari wahyu pertama Al Quran diperoleh isyarat bahwa ada dua cara perolehan dan pengembangan ilmu, yaitu Allah mengajar dengan pena yang telah diketahui manusia lain sebelumnya, dan mengajar manusia (tanpa pena) yang belum diketahuinya. Cara pertama adalah mengajar dengan alat atau atas dasar usaha manusia. Cara kedua dengan mengajar tanpa alat dan tanpa usaha manusia. Walaupun berbeda, keduanya berasal dari satu sumber, yaitu Allah SWT. Setiap pengetahuan memiliki subjek dan objek. Secara umum subjek dituntut peranannya untuk memahami objek. Namun pengalaman ilmiah menunjukkan bahwa objek terkadang memperkenalkan diri kepada subjek tanpa usaha sang subjek. Misalnya komet Halley yang memasuki cakrawala hanya sejenak setiap 76 tahun. Pada kasus ini, walaupun para astronom menyiapkan diri dengan peralatan mutakhirnya untuk mengamati dan mengenalnya, sesungguhnya yang lebih berperan adalah kehadiran komet itu dalam memperkenalkan diri. Wahyu, ilham, intuisi, firasat yang diperoleh manusia yang siap dan suci jiwanya, atau apa yang diduga sebagai “kebetulan” yang dialami oleh ilmuwan yang tekun, semuanya tidak lain kecuali bentuk-bentuk pengajaran Allah yang dapat dianalogikan dengan kasus komet di atas. Itulah pengajaran tanpa qalam yang ditegaskan oleh wahyu pertama Al-Quran tersebut.

 BAB III 
 PEMBAHASAN 
 A. Ilmu Dalam Al Qur’an Kata ilmu dengan berbagai bentuknya terulang 854 kali dalam Al-Quran. Kata ini digunakan dalam arti proses pencapaian pengetahuan dan objek pengetahuan. ‘Ilm dari segi bahasa berarti kejelasan, karena itu segala yang terbentuk dari akar katanya mempunyai ciri kejelasan. Perhatikan misalnya kata ‘alam (bendera), ‘ulmat (bibir sumbing), ‘a’lam (gunung-gunung), ‘alamat (alamat), dan sebagainya. Ilmu adalah pengetahuan yang jelas tentang sesuatu. Sekalipun demikian, kata ini berbeda dengan ‘arafa (mengetahui)’ a’rif (yang mengetahui), dan ma’rifah (pengetahuan). Allah SWT. tidak dinamakan a’rif’ tetapi ‘alim, yang berkata kerja ya’lam (Dia mengetahui), dan biasanya Al-Quran menggunakan kata itu –untuk Allah– dalam hal-hal yang diketahuinya, walaupun gaib, tersembunyi, atau dirahasiakan. Perhatikan objek-objek pengetahuan berikut yang dinisbahkan kepada Allah: ya’lamu ma yusirrun (Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan), ya’lamu ma fi al-arham (Allah mengetahui sesuatu yang berada di dalam rahim), ma tahmil kullu untsa (apa yang dikandung oleh setiap betina/perempuan), ma fi anfusikum (yang di dalam dirimu), ma fissamawat wa ma fil ardh (yang ada di langit dan di bumi), khainat al-’ayun wa ma tukhfiy ash-shudur (kedipan mata dan yang disembunyikan dalam dada). Demikian juga ‘ilm yang disandarkan kepada manusia, semuanya mengandung makna kejelasan.

 B. Pandangan Al Qur’an Terhadap Ilmu Dalam pandangan Al-Quran, ilmu adalah keistimewaan yang menjadikan manusia unggul terhadap makhluk-makhluk lain guna menjalankan fungsi kekhalifahan. Ini tercermin dari kisah kejadian manusia pertama yang dijelaskan Al-Quran pada surat Al-Baqarah: 31 dan 32. Dan dia (Allah) mengajarkan kepada Adam, nama-nama (benda-benda) semuanya. Kemudian Dia mengemukakannya kepada para malaikat seraya berfirman, “Sebutkanlah kepada-Ku nama-nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar (menurut dugaanmu).” Mereka (para malaikat) menjawab, “Mahasuci Engkau tiada pengetahuan kecuali yang telah engkau ajarkan. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.” Manusia, menurut Al-Quran, memiliki potensi untuk meraih ilmu dan mengembangkannya dengan seizin Allah. Karena itu, bertebaran ayat yang memerintahkan manusia menempuh berbagai cara untuk mewujudkan hal tersebut. Berkali-kali pula Al-Quran menunjukkan betapa tinggi kedudukan orang-orang yang berpengetahuan. Menurut pandangan Al-Quran –seperti diisyaratkan oleh wahyu pertama– ilmu terdiri dari dua macam. Pertama, ilmu yang diperoleh tanpa upaya manusia, dinamai ‘ilm ladunni, seperti diinformasikan antara lain oleh Al-Quran surat Al-Kahfi (18): 65. Lalu mereka (Musa dan muridnya) bertemu dengan seorang hamba dan hamba-hamba Kami, yang telah Kami anugerahkan kepadanya rahmat dari sisi Kami dan telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dan sisi Kami. Kedua, ilmu yang diperoleh karena usaha manusia, dinamai ‘ilm kasbi. Ayat-ayat ‘ilm kasbi jauh lebih banyak daripada yang berbicara tentang ‘ilm laduni. Pembagian ini disebabkan karena dalam pandangan Al-Quran terdapat hal-hal yang “ada” tetapi tidak dapat diketahui melalui upaya manusia sendiri. Ada wujud yang tidak tampak, sebagaimana ditegaskan berkali-kali oleh Al-Quran, antara lain dalam firman-Nya: Aku bersumpah dengan yang kamu lihat dan yang kamu tidak lihat (QS Al-Haqqah [69]: 38-39). Dengan demikian, objek ilmu meliputi materi dan non-materi. fenomena dan non-fenomena, bahkan ada wujud yang jangankan dilihat, diketahui oleh manusia pun tidak. Dia menciptakan apa yang tidak kamu ketahui (QS Al-Nahl [16] Dari sini jelas pula bahwa pengetahuan manusia amatlah terbatas, karena itu wajar sekali Allah menegaskan. Kamu tidak diberi pengetahuan kecuali sedikit (QS Al-lsra’[17]: 85).

 C. Hakikat Ilmu Dalam al Qur’an Dalam proposal komprehensif ilmu pengetahuan, di samping Al-Quran menekankan penelaahan terhadap fenomena-fenomena alam dan insani dengan menggunakan indera dan empiris, juga mengutuhkan penelaahan ini dengan perenungan dan penalaran rasional yang, pada akhirnya, semua itu jatuh dalam rangkulan agama. Dengan memperhatikan kedalaman dimensi ketuhanan dari fenomena alam dalam kaitannya dengan kekuatan pencipta, Al-Quran menempatkan ilmu yang diperoleh dari indera, empiris, akal, iman dan takwa sebagai fasilitas manusia dalam rangka penyempurnaan dan pengembangan diri. Definisi yang dipilih oleh Murtadha Muthahari untuk esensi ilmu dalam pandangan Al-Quran adalah mengenal ayat yang, atas dasar itu, seluruh alam merupakan ayat dan tanda kebesaran Allah Swt. Allamah Ja’fari mengenalkannya dengan nama “pengetahuan pengingat”. Dengan demikian, ilmu pengetahuan dalam Al-Quran telah membuka jalan menyingkap ayat dan kesan-kesan Ilahi dengan mengajak manusia untuk menelaah sejarah, alam, dan dirinya sendiri. Dengan begitu, maka di samping meningkatnya level ilmu dalam mengenal berbagai hubungan dan relasi antarfenomena di alam ini, Al-Quran akan menguak lapisan-lapisan terdalam pengetahuannya melalui pengenalan akan hubungan berbagai fenomena dan tanda-tanda dengan makna fundamental keberadaan dan mengarahkan manusia ke jalan kebahagiaan dan keselamatan. Allamah Thabathabai mendefinisikan esensi ilmu dalam sastra bahasa Al-Quran demikian, “Pada prinsipnya, ilmu dalam bahasa Al-Quran adalah keyakinan pada Allah Swt. dan ayat-ayat-Nya”. Pada tempat lain, ia beliau menulis, “Al-Quran menyerukan ilmu-ilmu ini dengan syarat menjadi penuntun kepada kebenaran dan hakikat, mengandung pandangan dunia hakiki yang menempatkan ketuhanan berada di atasnya. Jika tidak demikian, maka ilmu yang digagas untuk menggairahkan manusia dan mencegahnya dari kebenaran dan hakikat, dalam kamus Al-Quran, adalah sinonim dengan kebodohan. Demikian pula Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulum Al-Din dan Al-Kasyani dalam Mahajjat Al-Baydha’ mengenalkan ilmu dengan definisi demikian, “Ilmu juga digunakan pada Allah Swt., ayat-ayat-Nya, dan perbuatan-Nya terhadap hamba-Nya dan makhluk-Nya.” Para peneliti berusaha keras mendeskripsikan teori ilmu dalam Al-Quran, akan tetapi perlu dicatat bahwa dalam Al-Quran, kata ilmu tidak dipergunakan dalam bentuk jamak, karena ilmu tidak lebih dari satu, yaitu pengenalan akan Allah Swt., efek-Nya dan tanda-tanda-Nya yang tak terhingga dan tampak bertebaran di alam eksternal dan alam internal manusia, dan alat pengantarnya adalah mengenal ayat yang mengelola segenap fasilitas pengetahuan manusia dalam rangka memenuhi dan mencapai tujuan penciptaan dan mengawal maju manusia secara teoretis dan praktis. “Al-Quran mengenalkan ilmu dan yakin sebagai tujuan penciptaan, sedangkan ibadah sendiri diungkapkan sebagai tujuan menengah, karena dalam surah Al-Dzariat, Allah Swt. berfirman, “Tidak Aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah”, dan dalam surah Al-Hijr berfirman, “Dan sembahlah Tuhanmu sampai yakin datang kepadamu.” Karena itu, walaupun ibadah merupakan tujuan, akan tetapi tujuan terutama adalah yakin, yakni pengetahuan yang terjaga dari kesalahan dan perubahan. D. Tafsir Yang Berhubungan Dengan Hakikat Ilmu Dalam al Qur’an 1. Tafsir ayat ke 11 surah al Mujadalah. Artinya : “Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan”. Penjelasan Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan membenarkan Rasul-Nya, apabila dikatakan kepadamu, berikanlah kelapangan di dalam majlis Rasulullah saw atau di dalam majlis peperangan, berikanlah olehmu kelapangan niscaya Allah akan melapangkan rahmat dan rezekiNya bagimu di tempat-tempatmu di dalam surga”. Para sahabat berlomba berdekatan dengan tempat duduk Rasulullah SAW Telah dikeluarkan oleh Ibnu Abu Hatim dari muqatil, dia berkata: Adalah Rasulullah saw pada hari jumat ada shuffah, sedang tempat itu pun sempit. Beliau menghormati orang-orang yang ikut perang Badar, baik mereka itu Muhajirin maupun Anshar. Maka datanglah beberapa orang diantara mereka itu, diantaranya Tsabit Ibnu Qais. Mereka telah didahului orang dalam hal tempat duduk. Lalu mereka pun berdiri dihadapan Rasulullah saw kemudian mereka mengucapkan “ Assalamu alaikum wahai Nabi wa rahmatullahi wa barakatuh ” Beliau menjawab salam mereka. Kemudian mereka menyalami orang-orang dan orang-orang pun menjawab salam mereka. Mereka berdiri menunggu untuk diberi kelapangan bagi mereka, tetapi mereka tidak diberi kelapangan. Hal itu terasa berat oleh Rasulullah saw. Lalu Beliau mengatakan kepada orang-orang yang ada di sekitar beliau, “ berdirilah engkau wahai Fulan, berdirilah engkau wahai Fulan. Beliau menyuruh beberapa orang untuk berdiri sesuai dengan jumlah mereka yang datang. Hal itu pun tampak berat oleh mereka, dan ketidakenakan Beliau tampak oleh mereka. Orang-orang munafik mengecam yang demikian itu dan mengatakan, “ Demi Allah, dia tidaklah adil kepada mereka. Orang-orang itu telah mengambil tempat duduk mereka dan ingin berdekatan dengannya. Tetapi dia menyuruh mereka berdiri dan menyuruh duduk orang-orang yang datang terlambat.” Maka turunlah ayat itu. Berkata Al-Hasan, adalah para sahabat berdesak-desak dalam majlis peperangan apabila mereka berbaris untuk berbaris untuk berperang, sehingga sebagian mereka tidak memberikan kelapangan kepada sebagian yang lain karena keinginannya untuk mati syahid. Dan dari ayat ini kita mengetahui: 1. Para sahabat berlomba-lomba untuk berdekatan dengan tempat duduk Rasulullah saw untuk mendengarkan pembicaraan beliau, karena pembicaraan beliau mengandung banyak kebaikan dan keutamaan yang besar. Oleh karena itu maka beliau mengatakan, “ hendaklah duduk berdekatan denganku orang-orang yang dewasa dan berakal diantara kamu.” 2. Perintah untuk memberi kelonggaran dalam majlis dan tidak merapatkannya apabila hal itu mungkin, sebab yang demikian ini akan menimbulkan rasa cinta di dalam hati dan kebersamaan dalam mendengar hukum-hukum agama. 3. Orang yang melapangkan kepada hamba-hamba allah pintu-pintu kebaikan dan kesenangan, akan dilapangkan baginya kebaikan-kebaikan di dunia dan di akhirat. Ringkasnya, ayat ini mencakup pemberian kelapangan dalam menyampaikan segala macam kepada kaum muslimin dan dalam menyenangkannya. Apabila kamu diminta untuk berdiri dari majlis Rasulullah saw maka berdirilah kamu, sebab Rasulullah saw itu terkadang ingin sendirian guna merencanakan urusan-urusan agama atau menunaikan beberapa tugas khusus yang tidak dapat ditunaikan atau disempurnakan penunaiannya kecuali dalam keadaan sendiri. Apabila kamu diminta untuk berdiri dari majlis Rasulullah saw maka berdirilah kamu, mereka telah menjadikan hukum ini umum sehingga mereka mengatakan apabila pemilik majlis mengatakan kepada siapa yang ada di majlisnya, “ berdirilah kamu ” maka sebaiknya kata-kata itu diikuti. Allah meninggikan orang-orang mukmin dengan mengikuti perintah-perintahNya dan perintah Rasul, khususnya orang yang berilmu diantara mereka derajat-derajat yang banyak dalam hal pahala dan tingkat-tingkat keridhaan. Ringkasnya, sesungguhnya wahai orang mukmin apabila salah seorang diantara kamu memberikan kelapangan bagi saudaranya ketika saudaranya itu datang atau jika ia disuruh keluar lalu ia keluar, maka hendaklah ia tidak menyangka sama sekali bahwa hal itu mengurangi haknya. Bahwa yang demikian merupakan peningkatan dan penambahan bagi kedekatannya di sisi Tuhannya. Allah Ta’ala tidak akan menyia-nyiakan yang demikian itu tetapi Dia akan membalasnya di dunia dan di akhirat. Sebab barang siapa yang tawadu’ kepada perintah Allah maka Allah akan mengangkat derajat dan menyiarkan namanya. Allah mengetahui segala perbuatanmu. Tidak ada yang samar bagi-Nya, siapa yang taat dan siapa yang durhaka diantara kamu. Dia akan membalas kamu semua dengan amal perbuatanmu. Orang yang berbuat baik dibalas dengan kebaikan dan orang yang berbuat buruk akan dibalas-Nya dengan apa yang pantas baginya atau diampuninya 2. Tafsir ayat ke 114 surat Thaha. Artinya : “Maka Maha Tinggi Allah raja yang sebenar-benarnya, dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al qur'an sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu[946], dan Katakanlah: "Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan." (Q.S Thaha:114) Maksudnya: Nabi Muhammad s.a.w. dilarang oleh Allah menirukan bacaan Jibril a.s. kalimat demi kalimat, sebelum Jibril a.s. selesai membacakannya, agar dapat Nabi Muhammad s.a.w. menghafal dan memahami betul-betul ayat yang diturunkan itu. Maha suci Allah – yang kuasa untuk memerintah dan melarang. Yang berhak untuk diharapkan janji-Nya dan ditakuti ancaman-Nya, yaitu yang tetap dan tidak berubah – dari penurunan Alquran kepada mereka tidak mengenai tujuan yang untuk itu ia diturunkan, yaitu mereka meninggalkan perbuatan maksiat dan melakukan segala ketaatan. Tidak diragukan lagi, ayat ini mengandung perintah untuk mengkaji Alquran dan penjelasan bahwa segala anjuran dan laranganNya adalah siasat Ilahiyah yang mengandung kemaslahatan dunia dan akhirat, hanya orang yang dibiarkan oleh Allah lah yang akan menyimpang daripadaNya; dan bahwa janji serta ancaman yang dikandungnya benar seluruhnya, tidak dicampuri dengan kebatilan; bahwa orang yang haq adalah orang yang mengikutinya dan orang yang batil adalah orang yang berpaling dari memikirkan larangan-laranganNya. Janganlah kamu tergesa-gesa membacanya di dalam hatimu sebelum jibril selesai menyampaikannya kepadamu. Diriwayatkan apabila jibril menyampaikan Alquran Nabi saw mengikutinya dengan mengucapkan setiap huruf dan kalimat, karena beliau khawatir tidak dapat menghafalnya. Maka beliau dilarang berbuat demikian karena barangkali mengucapkan kalimat akan membuatnya lengah untuk mendengarkan kalimat berikutnya. Mengenai hal ini Allah Ta’ala menurunkan firman-Nya: Artinya: “Janganlah kamu gerakkan lidahmu untuk (membaca) Al Quran karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya [1532]. Sesungguhnya atas tanggungan kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. Apabila Kami telah selesai membacakannya Maka ikutilah bacaannya itu. Kemudian, Sesungguhnya atas tanggungan kamilah penjelasannya. [1532] Maksudnya: Nabi Muhammad s.a.w. dilarang oleh Allah menirukan bacaan Jibril a.s. kalimat demi kalimat, sebelum Jibril a.s. selesai membacakannya, agar dapat Nabi Muhammad s.a.w. menghafal dan memahami betul-betul ayat yang diturunkan itu. ringkasan: dengarkanlah baik-baik dan diamlah ketikka wahyu turun dengan membawa alquran kepadamu; hingga apabila malaikat selesai membacakannya, maka bacalah sesudahnya. Mohonlah tambahan ilmu kepada Allah tanpa kamu tergesa-gesa membaca wahyu karena apa yang diwahyukan kepadamu itu akan kekal. 3. Tafsir ayat ke 15 surah an Naml Artinya: “Dan Sesungguhnya Kami telah memberi ilmu kepada Daud dan Sulaiman; dan keduanya mengucapkan: "Segala puji bagi Allah yang melebihkan Kami dari kebanyakan hamba-hambanya yang beriman". (Q.S An-Naml:15) Penjelasan Sesungguhnya Kami telah memberikan kepada Daud dan putranya, Sulaiman as sebagian besar ilmu. Kami ajarkan kepada Daud pembuatan baju besi dan pakaian perang, sementara kepada Sulaiman Kami ajarkan bahasa burung dan binatang melata, tasbih gunung, dan lain-lain yang belum pernah Kami berikan kepada seorang pun sebelum mereka. Kemudian mereka bersyukur kepada Allah atas karunia yang dilimpahkan kepada mereka, dan berkata, “Segala puji bagi Allah yang telah melebihkan kami – dengan kenabian, Al-Kitab, serta penundukkan setan dan jin yang diberikan kepada kami – atas kebanyakan orang-orang mukmin diantara para hamba-Nya yang belum diberi seperti apa yang diberikan kepada kami.” Ayat ini menunjuk kepada keutamaan ilmu dan kemuliaan pemiliknya. Hal ini tampak, bahwa Daud dan Sulaiman mensyukurinya dan menjadikannya asas keutamaan tanpa memandang sedikit pun kepada yang lainnya, berupa kerajaan besar yang diberikan kepada mereka. 4. Tafsir ayat ke 14 surah al Qashah Artinya: ‘dan setelah Musa cukup umur dan sempurna akalnya, Kami berikan ke- padanya Hikmah (kenabian) dan pengetahuan. dan Demikianlah Kami memberi Balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. (Q.S Al-Qashash:14) Penjelasan Setelah tubuhnya kuat dan akalnya sempurna, maka Kami memberinya pemahaman agama dan pengetahuan tentang syariat. Hal ini ditegaskan oleh Allah di dalam firman-Nya yang lain: Artinya :”dan ingatlah apa yang dibacakan di rumahmu dari ayat-ayat Allah dan Hikmah (sunnah nabimu). Sesungguhnya Allah adalah Maha lembut lagi Maha mengetahui. Sebagaimana Kami telah memberi balasan kepada Musa atas ketaatannya kepada Kami dan memberinya kebaikan atas kesabarannya terhadap perintah Kami, maka demikian pula Kami membalas setiap hamba yang berbuat kebajikan, mentaati perintah dan menjauhi larangan Kami. Setelah memberitahukan persiapan Musa untuk menjadi seorang Nabi, selanjutnya Allah mengemukakan alasan dia hijrah ke Madyan dan mendapat berbagai tantangan yang besar.

 BAB IV 
 PENUTUP 
 A. Kesimpulan Islam merupakan agama yang mengagunkan ilmu pengetahuan. Pandangan Islam terhadap Ilmu Pengetahuan sangat signifikan. Hal ini tampak pada syarat keislaman seseorang bahwasanya ia harus menggunakan otaknya untuk berfikir dan menerima wahyu/ ajaran Islam. Ya, Islam sangat memuliakan ilmu pengetahuan bahkan wahyu yang pertamakali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW adalah keharusan membaca yaitu melihat, meneliti huruf dan alam. Dalam surah al-‘Alaq ayat 1-5 disebutkan: Artinya: “bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan (1), Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah (2) Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah (3) yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam [Maksudnya: Allah mengajar manusia dengan perantaraan tulis baca] (4) Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya(5)” Perintah untuk menuntut ilmu pengetahuan tersebut sangat jelas bahwa Islam sangat menghargai ilmu pengetahuan. Islam sangat melarang taqlidu-l a’ma namun mewajibkan ummatnya untuk al-ittiba’. Taqlidu-l a’ma dan al-ittiba’ memiliki arti yang berbeda. Taqlidu-l a’ma berarti hanya mengikuti orang-orang sebelumnya, mengikuti apa yang dikerjakan orang yang lebih tua tanpa tahu ilmunya dan mengerti dasarnya, sebaliknya al-ittiba’ adalah mengikuti orang-orang terdahulu namun dengan disertai ilmu pengetahuan tentangnya, bukan hanya mengekor tapi tahu apa, mengapa, bagaimana dan untuk apa syariat/ ajaran yang diterimanya. Meskipun begitu, ada batasan-batasan dalam menggunakan akal dalam hal-hal syariat. Pedoman hidup seorang Muslim beragama Islam yaitu al-Qur’an dan al-Hadits, barulah kemudian menggunakan akal dalam menentukan masalah-masalah syariah dan muamalah. B. Saran Sebagai saran dari hasil pembahasan di atas adalah bahwa untuk terwujudnya tujuan-tujuan yang begitu bagus dalam rangka atas perintah untuk menuntut ilmu. Maka setiap mahasiswa maupun sifitas akademika di perguruan tinggi harus memiliki konsep yang logis dan rasional untuk batasan-batasan dalam menggunakan akal dalam hal-hal syariat. Pedoman hidup seorang Muslim beragama Islam yaitu al-Qur’an dan al-Hadits, barulah kemudian menggunakan akal dalam menentukan masalah-masalah syariah dan muamalah. Marilah kita gunakan akal yang merupakan pemberian tertinggi dari Allah kepada Manusia saja. Menggunakan akal dengan berfikir, merenungi ciptaan Allah sehingga kita termasuk orang-orang ulul-Albab sebagaimana firman Allah dalam surah Ali-Imran ayat 190-191. Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan Kami, Tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha suci Engkau, Maka peliharalah Kami dari siksa neraka.” (QS. Ali Imran 190-191) . 

 DAFTAR PUSTAKA 

 Al Qaththan, Manna. (2004). Pengantar Studi Ilmu al Qur’an. Jakarta: Pustala al Kautsar Rosidin, Dedeng. (2003). Akar-akar Pendidikan Dalam al Qur’an dan Hadits. Bandung: Pustaka Umat Meyheriadi. (2011). Pandangan al Qur’an Tentang Ilmu dan Teknologi. [online]. Tersedia: http://meyheriadi.blogspot.com/2011/02/pandangan-al-quran-tentang-ilmu-dan.html [27 Februari 2012] Nasiri, Mustafa. (2012). Esensi Ilmu Dalam Pandangan al Qur’an. [online]. Tersedia: http://www.taqrib.info [27 Februari 2012] Meyheriadi. (2011). Pandangan al Qur’an Tentang Ilmu dan Teknologi. [online]. Tersedia: http://meyheriadi.blogspot.com/2011/02/pandangan-al-quran-tentang-ilmu-dan.html [27 Februari 2012]

Biografi Albert Einstein

01.05
Biografi Albert Einstein

Albert Einstein (14 Maret 1879–18 April 1955) adalah seorang ilmuwan fisika teoretis yang dipandang luas sebagai ilmuwan terbesar dalam abad ke-20. Dia mengemukakan teori relativitas dan juga banyak menyumbang bagi pengembangan mekanika kuantum, mekanika statistik, dan kosmologi. Dia dianugerahi Penghargaan Nobel dalam Fisika pada tahun 1921 untuk penjelasannya tentang efek fotoelektrik dan "pengabdiannya bagi Fisika Teoretis". Setelah teori relativitas umum dirumuskan, Einstein menjadi terkenal ke seluruh dunia, pencapaian yang tidak biasa bagi seorang ilmuwan. Di masa tuanya, keterkenalannya melampaui ketenaran semua ilmuwan dalam sejarah, dan dalam budaya populer, kata Einstein dianggap bersinonim dengan kecerdasan atau bahkan jenius. Wajahnya merupakan salah satu yang paling dikenal di seluruh dunia. Pada tahun 1999, Einstein dinamakan "Orang Abad Ini" oleh majalah Time. Kepopulerannya juga membuat nama "Einstein" digunakan secara luas dalam iklan dan barang dagangan lain, dan akhirnya "Albert Einstein" didaftarkan sebagai merk dagang. Untuk menghargainya, sebuah satuan dalam fotokimia dinamai einstein, sebuah unsur kimia dinamai einsteinium, dan sebuah asteroid dinamai 2001 Einstein.
Biografi

1. Masa muda dan universitas
Einstein dilahirkan di Ulm di Württemberg, Jerman; sekitar 100 km sebelah timur Stuttgart. Bapaknya bernama Hermann Einstein, seorang penjual ranjang bulu yang kemudian menjalani pekerjaan elektrokimia, dan ibunya bernama Pauline. Mereka menikah di Stuttgart-Bad Cannstatt. Keluarga mereka keturunan Yahudi; Albert disekolahkan di sekolah Katholik dan atas keinginan ibunya dia diberi pelajaran biola. Pada umur lima, ayahnya menunjukkan kompas kantung, dan Einstein menyadari bahwa sesuatu di ruang yang "kosong" ini beraksi terhadap jarum di kompas tersebut; dia kemudian menjelaskan pengalamannya ini sebagai salah satu saat yang paling menggugah dalam hidupnya. Meskipun dia membuat model dan alat mekanik sebagai hobi, dia dianggap sebagai pelajar yang lambat, kemungkinan disebabkan oleh dyslexia, sifat pemalu, atau karena struktur yang jarang dan tidak biasa pada otaknya (diteliti setelah kematiannya).
Di waktu kecilnya Albert Einstein nampak terbelakang karena kemampuan bicaranya amat terlambat. Wataknya pendiam dan suka bermain seorang diri. Bulan November 1981 lahir adik perempuannya yang diberi nama Maja. Sampai usia tujuh tahun Albert Einstein suka marah dan melempar barang, termasuk kepada adiknya.
Minat dan kecintaannya pada bidang ilmu fisika muncul pada usia lima tahun. Ketika sedang terbaring lemah karena sakit, ayahnya menghadiahinya sebuah kompas. Albert kecil terpesona oleh keajaiban kompas tersebut, sehingga ia membulatkan tekadnya untuk membuka tabir misteri yang menyelimuti keagungan dan kebesaran alam.

Meskipun pendiam dan tidak suka bermain dengan teman-temannya, Albert Einstein tetap mampu berprestasi di sekolahnya. Raportnya bagus dan ia menjadi juara kelas. Selain bersekolah dan menggeluti sains, kegiatan Albert hanyalah bermain musik dan berduet dengan ibunya memainkan karya-karya Mozart dan Bethoveen.

Albert menghabiskan masa kuliahnya di ETH (Eidgenoessische Technische Hochscule). Pada usia 21 tahun Albert dinyatakan lulus. Setelah lulus, Albert berusaha melamar pekerjaan sebagai asisten dosen, tetapi ditolak. Akhirnya Albert mendapat pekerjaan sementara sebagai guru di SMA. Kemudian dia mendapat pekerjaan di kantor paten di kota Bern. Selama masa itu Albert tetap mengembangkan ilmu fisikanya..
Dia kemudian diberikan penghargaan untuk teori relativitasnya karena kelambatannya ini, dan berkata dengan berpikir dalam tentang ruang dan waktu dari anak-anak lainnya, dia mampu mengembangkan kepandaian yang lebih berkembang. Pendapat lainnya, berkembang belakangan ini, tentang perkembangan mentalnya adalah dia menderita Sindrom Asperger, sebuah kondisi yang berhubungan dengan autisme. Einstein mulai belajar matematika pada umur dua belas tahun. Ada gosip bahwa dia gagal dalam matematika dalam jenjang pendidikannya, tetapi ini tidak benar; penggantian dalam penilaian membuat bingung pada tahun berikutnya. Dua pamannya membantu mengembangkan ketertarikannya terhadap dunia intelek pada masa akhir kanak-kanaknya dan awal remaja dengan memberikan usulan dan buku tentang sains dan matematika. Pada tahun 1894, dikarenakan kegagalan bisnis elektrokimia ayahnya, Einstein pindah dari Munich ke Pavia, Italia (dekat Milan). Albert tetap tinggal untuk menyelesaikan sekolah, menyelesaikan satu semester sebelum bergabung kembali dengan keluarganya di Pavia. Kegagalannya dalam seni liberal dalam tes masuk Eidgenössische Technische Hochschule (Institut Teknologi Swiss Federal, di Zurich) pada tahun berikutnya adalah sebuah langkah mundur;j dia oleh keluarganya dikirim ke Aarau, Swiss, untuk menyelesaikan sekolah menengahnya, di mana dia menerima diploma pada tahun 1896, Einstein beberapa kali mendaftar di Eidgenössische Technische Hochschule. Pada tahun berikutnya dia melepas kewarganegaraan Württemberg, dan menjadi tak bekewarganegaraan.
Pada 1898, Einstein menemui dan jatuh cinta kepada Mileva Maric, seorang Serbia yang merupakan teman kelasnya (juga teman Nikola Tesla). Pada tahun 1900, dia diberikan gelar untuk mengajar oleh Eidgenössische Technische Hochschule dan diterima sebagai warga negar Swiss pada 1901. Selama masa ini Einstein mendiskusikan ketertarikannya terhadap sains kepada teman-teman dekatnya, termasuk Mileva. Dia dan Mileva memiliki seorang putri bernama Lieserl, lahir dalam bulan Januari tahun 1902. Lieserl, pada waktu itu, dianggap tidak legal karena orang tuanya tidak menikah.
2. Kerja dan Gelar Doktor

Pada saat kelulusannya Einstein tidak dapat menemukan pekerjaan mengajar, keterburuannya sebagai orang muda yang mudah membuat marah professornya. Ayah seorang teman kelas menolongnya mendapatkan pekerjaan sebagai asisten teknik pemeriksa di Kantor Paten Swiss dalah tahun 1902. Di sana, Einstein menilai aplikasi paten penemu untuk alat yang memerlukan pengatahuan fisika. Dia juga belajar menyadari pentingnya aplikasi dibanding dengan penjelasan yang buruk, dan belajar dari direktur bagaimana "menjelaskan dirinya secara benar". Dia kadang-kadang membetulkan desain mereka dan juga mengevaluasi kepraktisan hasil kerja mereka. Einstein menikahi Mileva pada 6 Januari 1903. Pernikahan Einstein dengan Mileva, seorang matematikawan, adalah pendamping pribadi dan kepandaian; Pada 14 Mei 1904, anak pertama dari pasangan ini, Hans Albert Einstein, lahir. Pada 1904, posisi Einstein di Kantor Paten Swiss menjadi tetap. Dia mendapatkan gelar doktor setelah menyerahkan thesis "Eine neue Bestimmung der Moleküldimensionen" ("On a new determination of molecular dimensions") dalam tahun 1905 dari Universitas Zürich.
Tahun 1905 adalah tahun penuh prestasi bagi Albert, karena pada tahun ini ia menghasilkan karya-karya yang cemerlang. Berikut adalah karya-karya tersebut:
Maret: paper tentang aplikasi ekipartisi pada peristiwa radiasi, tulisan ini merupakan pengantar hipotesa kuantum cahaya dengan berdasarkan pada statistik Boltzmann. Penjelasan efek fotolistrik pada paper inilah yang memberinya hadiah Nobel pada tahun 1922.
April : desertasi doktoralnya tentang penentuan baru ukuran-ukuran molekul. Einstein memperoleh gelar PhD-nya dari Universitas Zrich.
Mei : papernya tentang gerak Brown.
Juni : Papernya yang tersohor, yaitu tentang teori relativitas khusus, dimuat Annalen der Physik dengan judul Zur Elektrodynamik bewegter Krper (Elektrodinamika benda bergerak).
September : kelanjutan papernya bulan Juni yang sampai pada kesimpulan rumus termahsyurnya : E = mc2, yaitu bahwa massa sebuah benda (m) adalah ukuran kandungan energinya (E). c adalah laju cahaya di ruang hampa (c >> 300 ribu kilometer per detik). Massa memiliki kesetaraan dengan energi, sebuah fakta yang membuka peluang berkembangnya proyek tenaga nuklir di kemudian hari. Satu gram massa dengan demikian setara dengan energi yang dapat memasok kebutuhan listrik 3000 rumah (berdaya 900 watt) selama setahun penuh, suatu jumlah energi yang luar biasa besarnya
Di tahun yang sama dia menulis empat artikel yang memberikan dasar fisika modern, tanpa banyak sastra sains yang dapat ia tunjuk atau banyak kolega dalam sains yang dapat ia diskusikan tentang teorinya. Banyak fisikawan setuju bahwa ketiga thesis itu (tentang gerak Brownian), efek fotoelektrik, dan relativitas spesial) pantas mendapat Penghargaan Nobel. Tetapi hanya thesis tentang efek fotoelektrik yang mendapatkan penghargaan tersebut. Ini adalah sebuah ironi, bukan hanya karena Einstein lebih tahu banyak tentang relativitas, tetapi juga karena efek fotoelektrik adalah sebuah fenomena kuantum, dan Einstein menjadi terbebas dari jalan dalam teori kuantum. Yang membuat thesisnya luar biasa adalah, dalam setiap kasus, Einstein dengan yakin mengambil ide dari teori fisika ke konsekuensi logis dan berhasil menjelaskan hasil eksperimen yang membingungkan para ilmuwan selama beberapa dekade. Dia menyerahkan thesis-thesisnya ke "Annalen der Physik". Mereka biasanya ditujukan kepada "Annus Mirabilis Papers" (dari Latin: Tahun luar biasa). Persatuan Fisika Murni dan Aplikasi (IUPAP) merencanakan untuk merayakan 100 tahun publikasi pekerjaan Einstein di tahun 1905 sebagai Tahun Fisika 2005.
3. Gerakan Brownian

Di artikel pertamanya di tahun 1905 bernama "On the Motion—Required by the Molecular Kinetic Theory of Heat—of Small Particles Suspended in a Stationary Liquid", mencakup penelitian tentang gerakan Brownian. Menggunakan teori kinetik cairan yang pada saat itu kontroversial, dia menetapkan bahwa fenomena, yang masih kurang penjelasan yang memuaskan setelah beberapa dekade setlah ia pertama kali diamati, memberikan bukti empirik (atas dasar pengamatan dan eksperimen) kenyataan pada atom. Dan juga meminjamkan keyakinan pada mekanika statistika, yang pada saat itu juga kontroversial. Sebelum thesis ini, atom dikenal sebagai konsep yang berguan, tetapi fisikawan dan kimiawan berdebat dengan sengit apakah atom benar suatu benda yang nyata. Diskusi statistik Einstein tentang kelakuan atom memberikan pelaku eksperimen sebuah cara untuk menghitung atom hanya dengan melihat melalui mikroskop biasa. Wilhelm Ostwald, seorang pemimpin sekolah anti-atom, kemudian memberitahu Arnold Sommerfeld bahwa ia telah berkonversi kepada penjelasan komplit Einstein tentang gerakan Brownian.
Tahun 1909, Albert Einstein diangkat sebagai profesor di Universitas Zurich. Tahun 1915, ia menyelesaikan kedua teori relativitasnya. Penghargaan tertinggi atas kerja kerasnya sejak kecil terbayar dengan diraihnya Hadiah Nobel pada tahun 1921 di bidang ilmu fisika. Selain itu Albert juga mengembangkan teori kuantum dan teori medan menyatu.

Pada tahun 1933, Albert beserta keluarganya pindah ke Amerika Serikat karena khawatir kegiatan ilmiahnya - baik sebagai pengajar ataupun sebagai peneliti - terganggu. Tahun 1941, ia mengucapkan sumpah sebagai warga negara Amerika Serikat. Karena ketenaran dan ketulusannya dalam membantu orang lain yang kesulitan, Albert ditawari menjadi presiden Israel yang kedua. Namun jabatan ini ditolaknya karena ia merasa tidak mempunyai kompetensi di bidang itu. Akhirnya pada tanggal 18 April 1955, Albert Einstein meninggal dunia dengan meninggalkan karya besar yang telah mengubah sejarah dunia.

Meskipun demikian, Albert sempat menangis pilu dalam hati karena karya besarnya - teori relativitas umum dan khusus - digunakan sebagai inspirasi untuk membuat bom atom. Bom inilah yang dijatuhkan di atas kota Hiroshima dan Nagasaki saat Perang Dunia II berlangsung.
Referensi :
http://id.wikipedia.org
http://stevyhanny.blogspot.com