MACAM – MACAM METODE PENELITIAN

MACAM – MACAM METODE PENELITIAN

04.29



1.      Metode Penelitian Experimen
Metode Penelitian Experimen dapat diartikan sebagai metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan.(Sugiyono : 2008 : 107)

Beberapa bentuk Design Experimen
Ada beberapa bentuk design yang digunakan dalam penelitian antara lain :
·         Pre-experimental design disebut design ini karena hasil experiment yang berupa variable dependen dipengaruhi variable independen, atau dapat terjadi pula karena tidak adanya variable control dan sampel tidak dipilih secra random.
·         True experiment design disebut design ini karena peneliti dapat megontrol semua variable luar yang mempengaruhi jalannya experiment. Ciri utam design ini adalah sampel yang digunakan untuk experiment maupun kelompok control dipilih secara random dari populasi tertentu.
·         Factorial design yaitu merupakan modifikasi dari design true experiment dengan memperhatikan kemungkinan adanya variable moderator yang mempengaruhi perlakuan (variable independen) terhadap hasil (variable dependen).
·         Quasi experimental design adalah merupakan pengembangan dari true experimental design yang sulit dilaksanakan. Karena mempunyai kelompok control yang tidak berfungsi sepenuhnya untuk mengontrol variable yang mempengaruhi pelaksanaan experiment.
Tahapan adalam penelitian experiment ini adalah :
1)      Menentukan judul penelitian
2)      Menentukan  kelompok experiment dan kelompok control
3)      Menggunakan t-test , wawancara, dalam pengumpulan datanya
4)      Menggunakan true experimental design dalam mengolah datanya

5)      Hipotesisnya berupa hipotesis deskriptif atau komperatif

Penelitian ini dengan melakukan percobaan terhadap kolompok eksperimen.Kepada setiap kelompok eksperimen dikenakan perlakuan tertentu dengan kondisi yang dapat dikontrol.
Data sebagai hasil pengaruh perlakuan terhadap kelompok eksperimen diukur secara kuantitatif kemudian dibandingkan. (Amirul Hadi,Haryono:2005:51)
Penelitian eksperimen dapat didefinisikan sebagai metode sistematis guna membangun hubungan yang mengandung fenomena sebab akibat. Penelitian eksperimen merupakan metode inti dari model penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif. Dalam metode eksperimen, peneliti harus melakukan tiga persyaratan, yaitu kegiatan mengontrol, memanipulasi, dan observasi. Dalam penelitian eksperimen, peneliti membagi objek atau subjek yang diteliti menjadi dua kelompok yaitu kelompok treatment yang mendapatkan perlakuan dan kelompok kontrol yang tidak mendapat perlakuan. (Trianto, M.Pd:2010: 197)
Ciri – cirinya adalah:
1.      Terdapat dua kelompok, yaitu eksperimen dan kelompok control
2.      Mengusahakan agar pengaruh perlakuan eksperimen menjadi maksimal dan pengaruh ubahan penyangga menjadi minimal
3.      Harus mempertimbangkan kasahihan ke dalam (internal validity) yaitu memperhitungkan perbedaan pengaruh yang diakibatkan oleh perlakuan eksperimental dengan perlakuan pembanding
4.      Mempertimbangkan kesahihan keluar (eksternal validity) yaitu memperhitung kan hasil penelitian dapat diberlakukan umum dengan kondisi berkesesuain. 

Tahapan-tahapan
Tahapan-tahapanPenelitian ini dimulai dengan :
·         Membuat hipotesis kausal yang terdiri dari variabel bebas dan variabel terikat.
·         Mengukur variabel terikat dengan pengujian awal (pre-test),
·         Memberikan treatment/stimulus kedalam kelompok yang diteliti,
·         Mengukur kembali variabel terikat setelah diberikan stimulus (post-test).
Instrumen pengumpul data
Studi dokumentasi melalui survei kepustakaan, lembar observasi,

2.      Penelitian Historis

Penelitian historis adalah penelitian yang ditujukan pada rekonstruksi masa lampau secara sistematis dan obyektif memahami peristiwa masa lampau itu.
Data yang dikumpulkan pada penelitian ini sukar dikendalikan, maka tingkat kepastian pemecahan masalah dengan metrode ini sangat rendah.
Data yang dikumpulkan biasanya merupakan hasil pengamatan orang lain, seperti surat – surat atau dokumen masa lalu. Penelitian ini ditujukan pada kehidupan pribadi seseorang disebut juga biografis. (Amirul Hadi,Haryono:2005:57)
Ciri – ciri metode ini :
1.      Data yang dikumpulkan diambil dari hasil observasi orang lain. Data yang baik data yang autentik, tepat dari sumber yang penting
2.      Penelitian dilakukan dengan tertib, sistematis obyektif dan tuntas
3.      Data dikumpulkan dari sumber primer, yaitu peneliti sendiri langsung melakukan observasi atas peristiwa yang dilaporkan.
4.      Data yang berbobot diuji secara eksternal dan internal
·         Pengujian eksternal memeriksa autentiknya data
·         Pengujian internal memeriksa kegayutan data
·         Pengujian ini yang membuat sebuah penelitian menjadi tertib

Tahapan-tahapan
Tahapan-tahapan yang ditempuh dalam penelitian sejarah adalah sebagai berikut:
(1)   Menuliskan definisi masalah.
(2)   Merumuskan tujuan penelitian dan jika mungkin merumuskan hipotesis yang akan memberi arah dan fokus bagi kegiatan itu.
(3)   Mengumpulkan data
(4)   Mengevaluasi data yang diperloeh dengan melakukan kritik eksternal dan krtik internal
(5)   Menuliskan laporan.
Instrumen yang digunakan dalam metode histori adalah:
        Pedoman Studi Dokumentasi
        Wawancara terhadap Sumber menggunakan pedoman wawancara
Bentuk kesimpulan akhir
Kegiatan  terakhir  dari  penelitian  sejarah  (metode  sejarah)  adalah serangkaikan  fakta  berikut  maknanya  secara  kronologis/diakronis  dan sistematis, menjadi  tulisan  sejarah  sebagai kisah. Kedua  sifat uraian  itu harus benar-benar  tampak,  karena  kedua  hal  itu  merupakan  bagian  dari  ciri  karya sejarah ilmiah, sekaligus ciri sejarah sebagai ilmu.

3.      Penelitian Deskriptif
Penelitian deskriptif berusaha memberikan dengan sistematis dan cermat fakta – fakta aktual dan sifat populasi tertentu.Misalnya penelitian yang dilakukan mahasiswa menyusun tesis untuk memperolah gelar sarjana kependidikan di IKIP biasnya merupakan penelitian deskriptif, seperti mengenai kemunduran prestasi belajar siswa.
(Amirul Hadi,Haryono:2005:55)
Penelitian Deskriptif ialah penelitianyang berusaha mendeskripsikan suatu gejala, peristiwa, kejadian yang terjadi sekarang. Penelitian deskriptip memusatkan perhatian kepada masalah-masalah aktual sebagaimana adanya pada saat penelitian berlangsung. Melalui penelitian deskriptif, peneliti berusaha mendeskripsikan peristiwa dan kejadia yang menjadi pusat perhatian tanpa memberikan perlakuan khusus terhadap peristiwa tersebut. Variabel yang diteliti bisa tunggal (satu variabel) bisa juga lebih dari satu variabel. (Trianto, M.Pd:2010: 203-205)
Ciri – cirinya adalah:
1.      Bertujuan untuk memecahkan masalah actual yang dihadapi sekarang
2.      Bertujuan untuk mengumpulkan data atau informasi yang disusun, dijelaskan dan dianalisis.
3.      Hipotesis berupa kesimpulan atau penyelesaian suatu masalah.

Tahapan- tahapan
        Mendefinisikan dengan jelas dan spesifik tujuan yang akan dicapai..
        Merancang cara pendekatannya
        Mengumpulkan data
        Menyusun laporan
Instrumen pengumpul data
Dalam metode deskriptif Instrumen pengumpul data yang biasa digunakan adalah: Pedoman Wawancara untuk Wawancara, Quesioner untuk Angket,

Teknik Pengolahan data
Tabulasi data, Tabelling, Analisis Tabel

Bentuk kesimpulan akhir
Akumulasi data dasar dalam cara deskriptif.
Hasil akhir dari penelitian ini biasanya berupa tipologi atau pola-pola mengenai fenoemena yang sedang dibahas.

4.      Penelitian Filosofis
Metode filosofis adalah prosedur pemecahan masalah yang diselidiki secara rasional melalui pemikiran yang terarah, mendalam, dan mendasar tentang hakikat sesuatu, baik dengan mempergunakan pola berpikir aliran filsafat tertentu maupun dalam bentuk analisa sistematik.Berdasarkan pola berpikir induktif, deduktif, maupun penomenologis.Dengan memperhatikan hukum-hukum berpikir (logika). (Muhammad, AbdulKadir. 2004 : 75)
Teknik Pengolahan data
Karena metode Filosofis termasuk kedalam pendekatan Kualitatif, maka teknik pengolahan data yang bisa digunakan adalah:
1.      Selama Proses penelitian di lapangan: pengumpulan data, kesimpulan, dan Verifikasi
2.      Display data
3.      Reduksi data
4.      Kesimpulan dan Verifikasi



5.      PenelitianEksploratif
Penelitian eksploratori bersifat mendasar dan bertujuan untuk memperoleh keterangan, informasi, data mengenai hal-hal yang belum diketahui. Karena bersifat mendasar, penelitian ini disebut penjelajahan  (eksploration). Penelitian eksploratori dilakukan apabila peneliti belum memperoleh data awal sehingga belum mempunyai gambaran sama sekali mengenai hal yang akan diteliti. Penelitian eksploratori tidak memerlukan  hipotesis atau teori tertentu. Peneliti hanya menyiapkan beberapa pertanyaan sebagai penuntun untuk memperoleh data primer berupa keterangan, informasi, sebagai data awal yang diperlukan.( Zulnaidi: 2007: 98)
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjadikan topik baru lebih dikenal oleh masyarakat luas, memberikan gambaran dasar mengenai topik bahasan, menggeneralisasi gagasan dan mengembangkan teori yang bersifat tentatif, membuka kemungkinan akan diadakannya penelitian lanjutan terhadap topik yang dibahas, serta menentukan teknik dan arah yang akan digunakan dalam penelitian berikutnya.

Instrumen pengumpul data
Metode pengumpulan data primer yang  digunakan adalah observasi di lokasi penelitian dan wawancara dengan responden. Penelitian eksploratori adalah semacam studi kelayakan (feasibility study).

Bentuk kesimpulan akhir
Penelitian eksploratori adalah semacam studi kelayakan (feasibility study).jadi hasil akhir dari penelitian ini adalah berupa masukan bagi pihak-pihak terkait mengenai kelayakan suatu hal.







DAFTAR PUSTAKA


Zulnaidi. Metode Penelitian, USU Repository, 2007.

Muhammad, AbdulKadir. Filosofi dan Metode Penelitian Sosial, 2004


Amirul Hadi,Haryono.Metodologi Penelitian Pendidikan. Bandung. Pustaka Setia Cet.10 2005

Sugiyono.Metode Penelitian Pendidikan kuantitatif, kualitatif, R dan D.  Bandung. Alfabeta, 2008

Trianto, M.Pd. Pengantar Penelitian Pendidikan bagi Pengembangan Profesi Pendidikan & Tenaga Kependidikan. Jakarta.  Kencana Prenada Media Group (Cet. Ke-1 2010)





Metode Penelitian Kausal Komparatif

Metode Penelitian Kausal Komparatif

04.27

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar belakang masalah
Di dalam dunia pendidikan dikenal pula studi tentang penelitian pendidikan. Hal ini dimaksudkan agar dalam penelitian pendidikan kelak diharapkan menggunakan metode yang tepat dan efektif untuk mengolah data. Lebih lagi, sebagai mahasiswa, kita harus mengetahui dan memahami tentang beberapa metode penelitian yang ada. Terdapat dua jenis penelitian yakni, penelitian kualitatif dan kuantitatif.
Menurut Emzir, penelitian kualitatif adalah deskriptif dan data yang dikumpulkan lebih mengambil bentuk kata-kata atau gambar daripada angka-angka. Sedangkan penelitian kuantitatif adalah analisis statistik dan data yang dikumpulkan lebih mengambil bentuk yang dapat dihitung (numeric).
Pada penelitian kuantitatif terdapat beberapa jenis penelitian. Subana dan Sudrajat menyatakan bahwa penelitian kuantitatif terbagi menjadi penelitian eksperimen, deskriptif korelasional, evaluasi dan kausal komperatif. Penelitian kausal komperatif sering sukar dibedakan dengan penelitian korelasional.
Emzir, mengemukakan penelitian korelasional dan kausal komparatif sukar dibedakan karena kedua penelitian ini mempunyai manipulasi dan hal yang sama mengenai interpretasi hasil. Akan tetapi, terdapat pula perbedaan antara keduanya. Studi kausal komperatif biasanya melibatkan dua atau lebih kelompok dan satu variabel bebas. Lebih lagi, studi ini melibatkan perbandingan Sementara itu, studi korelasional melibatkan korelasi. Untuk itu di dalam makalah ini pemakalah berusaha menjelaskan tentang pengertian, tujuan, ciri-ciri, keunggulan, contoh dan langkah-langkah dari Penelitian Kausal Komperatif.




B.     Rumusan masalah
  1. Apakah pengertian, tujuan dan langkah-langkah dari metode kausal komparatif?
  2. Bagaimana contoh kasus dari metode kausal komparatif?
  3. Siapakah yang menjadi populasi dan sampel dalam penggunaan metode ini sesuai dengan contoh kasus?
  4. Apakah instrumen yang digunakan dalam sontoh kasus metode kausal komparatif ini?
  5. Bagaimana hipotesis dari contoh kasus?

C.     Tujuan penulisan
  1. Mengetahui pengertian, tujuan dan langkah-langkah dari metode kausal komparatif
  2. Mengetahui contoh kasus dari metode kausal komparatif
  3. Mengetahui siapa yang menjadi populasi dan sampel dalam penggunaan metode ini sesuai dengan contoh kasus
  4. Mengetahui instrumen yang digunakan dalam sontoh kasus metode kausal komparatif ini
  5. Mengetahui hipotesis dari contoh kasus










BAB II
METODE KAUSAL KOMPARATIF

1.      Definisi, tujuan dan langkah-langkah metode kausal komparatif
a.       Definisi
Penelitian kausal komparatif adalah penelitian yang dilakukan untuk membandingkan suatu variabel (objek penelitian), antara subjek yang berbeda atau waktu yang berbeda dan menemukan hubungan sebab-akibatnya.
Sementara itu, menurut Kerlinger sebagaimana dikutip Emzir, menyatakan bahwa penelitian kausal komparatif (causal comparative research) yang disebut juga penelitian ex post facto adalah penyelidikan empiris yang sistematis di mana peneliti tidak mengendalikan variabel bebas secara langsung karena keberadaan dari variabel tersebut telah terjadi atau karena variabel tersebut pada dasarnya tidak dapat dimanipulasi.
Kemudian, Gay yang juga dikutif Emzir, mengemukakan bahwa studi kausal komparatif atau ex post facto adalah penelitian yang berusaha menentukan penyebab atau alasan, untuk keberadaan perbedaan dalam perilaku atau status dalam kelompok individu. Dengan kata lain, penelitian kausal komparatif adalah penelitian yang diarahkan untuk menyelidiki hubungan sebab-akibat berdasarkan pengamatan terhadap akibat yang terjadi dan mencari faktor yang menjadi penyebab melalui data yang dikumpulkan. Dalam penelitian ini pendekatan dasarnya adalah memulai dengan adanya perbedaan dua kelompok dan kemudian mencari faktor yang mungkin menjadi penyebab atau akibat dari perbedaan tersebut.
Menurut Suryabrata (2006): Penelitian kausal komparatif bersifat ex post facto, artinya data dikumpulkan setelah semua kejadian yang dipersoalkan berlangsung (lewat). Peneliti mengambil satu atau lebih akibat (sebagai “dependent variables”) dan menguji data itu dengan menelusuri kembali ke masa lalu untuk mencari sebab-sebab, saling hubungan dan maknanya.
Menurut Sukmadinata (2010:55), penelitian ekspos fakto (expost facto research) meneliti hubungan sebab akibat yang tidak di manipulasi atau diberi perlakuan (dirancang dan dilaksanakan) oleh peneliti. Penelitian hubungan sebab akibat dilakukan terhadap program, kegiatan atau kejadian yang telah berlangsung atau telah terjadi. Adanya hubungan sebab akibat didasarkan atas kajian teoretis, bahwa sesuatu variabel disebabkan atau dilatar belakangi oleh variabel tertentu atau mengakibatkan variabel tertentu.
Penelitian ex post facto mirip dengan penelitian eksperimen, tetapi tidak ada pengontrolan variabel, dan biasanya juga tidak ada pra tes. Penelitian ini dapat dilakukan dengan baik, dengan menggunakan kelompok pembanding.

b.      Tujuan
Tujuan penelitian kausal komparatif ini adalah untuk menyelidiki kemungkinan hubungan sebab akibat dengan cara: berdasar atas pengamatan terhadap akibat yang ada mencari kembali factor yang mungkin menjadi penyebab melalui data tertentu. Hal ini berlainan dengan metode eksperimental yang mengumpulkan datanya pada waktu kini dalam kondisi yang dikontrol. (Suryabrata, 2006:84)
Tujuan dari penelitian kausal-komparatif adalah untuk menyelidiki kemungkinan hubungan sebab-akibat dengan cara berdasar atas pengamatan terhadap akibat yang ada dan mencari kembali faktor yang mungkin menjadi penyebab melalui data tertentu. Hal ini berlainan dengan metode eksperimental yang mengumpulkan datanya pada waktu kini dalam kondisi yang dikontrol.



c.       Langkah-langkah
           Menurut Suryabrata (2006) dikatakan beberapa langkah yang harus dilakukan dalam metode kausal komparatif adalah:
1.      Definisikan masalah
2.      Lakukan penelaahan kepustakaan
3.      Rumuskan hipotesis-hipotesis
4.      Rumuskan asumsi-asumsi yang mendasari hipotesis-hipotesis itu serta prosedur-prosedur yang akan digunakan
5.      Rancang cara pendekatannya:
a.       Pilihlah subjek-subjek yang akan digunakan serta sumber-sumber yang relevan
b.      Pilihlah atau susunlah teknik yang akan digunakan untuk mengumpulkan data
c.       Tentukan kategori-kategori untuk mengklasifikasikan data yang jelas, sesuai dengan tujuan studi, dan dapat menunjukkan kesamaan atau saling hubungan.
6.      Validasi teknik untuk mengumpulkan data itu, dan interpretasikan hasilnya dalam cara yang jelas dan cermat
7.      Kumpulkan dan analisis data
8.      Susun laporannya


2.      Contoh kasus
Mencari pola tingkah laku dan prestasi belajar yang berkaitan dengan perbedaan umur pada waktu masuk sekolah, dengan cara menggunakan data deskriptif mengenai tingkah laku dan skor test prestasi belajar yang terkumpul sampai anak-anak yang bersangkutan kelas VI SD.
Disebutkan saja kita melakukan penelitian ini di SDN Karang Serta I.



3.      Populasi atau sampel penelitian
a.       Populasi
Yang dimaksud populasi menurut Arikunto (2010) adalah:
Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Apabila seseorang ingin meneliti semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian, maka penelitiannya merupakan penelitian populasi. Studi atau penelitiannya juga disebut studi populasi atau studi sensus.
      “Jadi, populasi dalam penelitian ini adalah seluruh angkatan di SDN Karang Setra I.”

b.      Sampel
Pengambilan sampel secara acak adalah suatu metode pemilihan ukuran sampel dari suatu populasi dimana setiap anggota populasi mempunyai peluang yang sama dan semua kemungkinan penggabungannya yang diseleksi sebagai sampel mempunyai peluang yang sama. (Tuwu:2006)
Penarikan sample menggunakan teknik Random Sampling yaitu dipilih secara acak. Dan yang terpilih dalam penelitian ini ialah siswa/I angkatan 2009.
“Jadi, penelitian ini dilakukan oleh siswa/i angkatan 2009 SDN Karang Setra I.”

4.      Instrumen yang digunakan
Instrumen yang cocok digunakan dalam penelitian ini ialah dengan menggunakan teknik dokumentasi.
Dokumentasi, dari asal katanya dokumen, yang artinya barang-barang tertulis. Di dalam melaksanakan metode dokumentasi, peneliti menyelidiki benda-benda tertulis seperti buku-buku, majalah, dokumen, peraturan-peraturan, notulen rapat, catatan harian dan sebagainya. (Arikunto, 2010:201)
Teknik studi documenter/bibliographis adalah cara mengumpulkan data yang dilakukan dengan katagorisasi dan klasifikasi bahan-bahan tertulis yang berhubungan dengan masalah penelitian, baik dari sumber dokumen maupun buku-buku, Koran, majalah dan lain-lain.
Studi documenter (documentary study) merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan menghimpun dan menganalisis dokumen-dokumen, baik dokumen tertulis, gambar maupun elektronik. Dokumen-dokumen yang dihimpun dipilih yang sesuai dengan tujuan dan focus masalah. (Sukmadinata, 2010:221)

5.      Hipotesis penelitian
Hipotesis menurut arti katanya adalah hypo berarti kurang/sementara, dan thesis yang berarti pendapat atau kesimpulan. Jadi yang dimaksud hipotesis adalah:
a.       Suatu kesimpulan atau pendapat yang masih kurang sempurna.
b.      Suatu pendapat yang belum final (proto conclution) karena masih perlu dibuktikan kebenarannya. (Soeharto, 1993:67)
Hipotesis dalam penelitian ini adalah:
“Bahwa menggunakan metode kausal komparatif ini dapat diketahui akibat dari perbedaan umur pada waktu masuk sekolah terhadap tingkah laku dan prestasi belajar siswa.”










BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Penelitian kausal komparatif adalah penelitian yang diarahkan untuk menyelidiki hubungan sebab-akibat berdasarkan pengamatan terhadap akibat yang terjadi dan mencari faktor yang menjadi penyebab melalui data yang dikumpulkan. Dalam penelitian ini pendekatan dasarnya adalah memulai dengan adanya perbedaan dua kelompok dan kemudian mencari faktor yang mungkin menjadi penyebab atau akibat dari perbedaan tersebut.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki kemungkinan hubungan sebab-akibat berdasarkan atas pengamatan terhadap akibat yang ada, dan mencari kembali fakta yang mungkin menjadi penyebab melalui data tertentu. Penelitian kausal-komparatif memiliki ciri-ciri bersifat ex post facto, artinya data dikumpulkan setelah semua kejadian yang dipersoalkan berlangsung (telah lalu). Penelitian mengambil satu atau lebih akibat (sebagai “dependent variables”) dan menguji data itu dengan menelusuri kembali ke masa lampau untuk mencari sebab-sebab, saling hubungan dan maknanya dan cenderung mengandalkan data kuantitatif.
Penelitian ex-postfacto merupakan penelitian, di mana rangkaian variabel-variabel bebas telah terjadi, ketika peneliti mulai melakukan pengamatan terhadap variabel terikat.
Penelitian causal comparative merupakan kegiatan peneliian yang berusaha mencari informasi tentang mengapa terjadi hubungan sebab akibat, dan peneliti berusaha melacak kembali hubungan tersebut.
Penelitian dengan metode Ex-pasatfacto mempunyai langkah penting seperti berikut:
1.      Definisikan masalah
2.      Lakukan penelaahan kepustakaan
3.      Rumuskan hipotesis-hipotesis
4.      Rumuskan asumsi-asumsi yang mendasari hipotesis-hipotesis itu serta prosedur-prosedur yang akan digunakan
5.      Rancang cara pendekatannya:
a.       Pilihlah subjek-subjek yang akan digunakan serta sumber-sumber yang relevan
b.      Pilihlah atau susunlah teknik yang akan digunakan untuk mengumpulkan data
c.       Tentukan kategori-kategori untuk mengklasifikasikan data yang jelas, sesuai dengan tujuan studi, dan dapat menunjukkan kesamaan atau saling hubungan.
6.      Validasi teknik untuk mengumpulkan data itu, dan interpretasikan hasilnya dalam cara yang jelas dan cermat
7.      Kumpulkan dan analisis data
8.      Susun laporannya  



















DAFTAR PUSTAKA

Suryabrata, sumandi. (2006). Metodologi Penelitian. PT Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Sukmadinata, Syaodih Nana. (2010). Metode Penelitian Pendidikan. PT Remaja Rosdakarya, Bandung.

Tuwu, Alimuddin. (2006). Pengantar Metode Penelitian. UI-Press, Jakarta.

Arikunto, Suharsimi. (2010). Prosedur Penelitian. PT Rineka Cipta, Jakarta.