Prinsip Berbahasa Santun di dalam Alquran



Menurut Sauri (2006: 79-86) ada enam prinsip berbahasa santun dalam Alquran, yaitu:
1.         Qaulan sadida (QS. An-Nisa: 9) dan (QS. Al-Ahzab: 70)
Perkataan qaulan sadida diungkapkan Alquran dalam konteks pembicaraan mengenai wasiat. Untuk itu, orang yang memberi wasiat hendaknya menggunakan kata-kata yang jelas dan jitu; tidak meninggalkan keragu-raguan bagi orang yang ditinggalkan. Sedangkan pada QS Al-Ahzab adalah ucapan yang tepat yang timbul dari hati yang bersih, sebab ucapan adalah gambaran dari apa yang ada di dalam hati.
2.         Qaulan ma’rufa
Qaulan ma’rufa adalah ucapan yang baik, yaitu ucapan yang diterima sebagai sesuatu yang baik dalam pandangan masyarakat lingkungan penutur. Ada pula yang menyebutkan qaulan ma’rifa sebagai perkataan yang baik dan pantas. Baik artinya sesuai dengan norma dan nilai, sedangkan pantas sesuai dengan latar belakang dan status orang yang mengucapkannya.
3.         Qaulan baligha (QS. An-Nisa: 63)
Qaulan baligha diartikan sebagai pembicaraan yang fasih, jelas maknanya, dan terang, serta tepat mengungkapkan apa yang dikehendakinya (ucapan yang sampai pada lubuk hati orang yang diajak bicara yaitu kata-kata yang fashahat dan balaghat).
4.         Qaulan masyura (QS. Al-Isra: 28)
Qaulan masyura artinya perkataan yang mudah. Al Maraghi mengartikannya dalam konteks ayat ini yaitu ucapan yang lunak dan baik atau ucapan janji yang tidak mengecewakan.
5.         Qaulan layyina (QS. Thaha: 44)
Qaulan layyina berarti perkataan yang lemah atau lembut. Berkata layyina adalah berkata lemah lembut.
6.         Qaulan karima (QS. Al-Isra: 23)
Qaulan karima yaitu perkataan yang mulia. Perkataan yang mulia adalah perkataan yang memberi penghargaan dan penghormatan kepada orang yang diajak bicara.
Daftar Pustaka
Sauri, S. (2006). Pendidikan Berbahasa Santun. Bandung: PT Genesindo.


Begitulah pembahasan mengenai  Prinsip Berbahasa Santun di dalam Alquran

0 Response to "Prinsip Berbahasa Santun di dalam Alquran"

Posting Komentar