Pengertian Ijma’ Menurut Bahasa


Menurut Syafe’i (2010: 68), ijma’ menurut bahasa terbagi menjadi dua arti:
1.      Ijma Menurut Bahasa Bermaksud atau berniat, sebagaimana firman Allah dalam Al Quran surat Yunus ayat 71:  
Artinya:
Dan bacakanIah kepada mereka berita penting tentang Nuh di waktu Dia berkata kepada kaumnya: "Hai kaumku, jika terasa berat bagimu tinggal (bersamaku) dan peringatanku (kepadamu) dengan ayat-ayat Allah, Maka kepada Allah-lah aku bertawakal, karena itu bulatkanlah keputusanmu dan (kumpulkanlah) sekutu-sekutumu (untuk membinasakanku). kemudian janganlah keputusanmu itu dirahasiakan, lalu lakukanlah terhadap diriku, dan janganlah kamu memberi tangguh kepadaku.” (QS. Yunus: 71)
Maksud dari ayat ini adalah semua pengikut Nabi Nuh dan teman-temannya harus mengikuti jalan yang beliau tempuh.
2.      Ijma Menurut Bahasa adalah Kesepakatan terhadap sesuatu. Suatu kaum dikatakan telah ber-ijma’ bila mereka bersepakat terhadap sesuatu. Sebagaimana firman Allah dalam Al Quran surat Yusuf ayat 15, yang menerangkan keadaan saudara-saudara Yusuf AS:  
Artinya:
“Maka tatkala mereka membawanya dan sepakat memasukkannya ke dasar sumur (lalu mereka masukkan dia), dan (di waktu dia sudah dalam sumur) Kami wahyukan kepada Yusuf: "Sesungguhnya kamu akan menceritakan kepada mereka perbuatan mereka ini, sedang mereka tiada ingat lagi.” (QS.Yusuf: 15)
Dari ayat di atas dapat dipahami bahwa mereka bersepakat terhadap rencana memasukkan Nabi Yusuf ke dalam sumur.
Adapun perbedaan antara kedua arti di atas adalah: yang pertama bisa dilakukan oleh satu orang atau banyak, sedangkan arti yang kedua hanya bisa dilakukan oleh dua orang atau lebih, karena tidak mungkin seseorang bersepakat dengan dirinya sendiri.
Daftar Pustaka
Syafe’i, R. (2010). Ilmu Ushul Fiqih. Bandung: Pustaka Setia.



0 Response to "Pengertian Ijma’ Menurut Bahasa"

Posting Komentar