Macam Macam Uslub





Mu’in (2004: 56) menjelaskan bahwa uslub-uslub dalam ilmu Nahwu itu ada delapan macam, yaitu:
1.      Uslub Syarat (أسلوب الشرط)
Uslub syarat adalah kalimat yang terdiri dari “adat syarat” yang mengaitkan dua kalimat, kalimat yang pertama disebut kalimat syarat, dan yang kedua disebut jawab syarat.
Adat syarat terdiri dari 2 macam, yaitu yang men-jazm-kan dua fi’il diantaranya:
إن، من، ما، مهما، متى، أين، أينما، أيان، أنى، حيثما، كيفما، أي
Dan ada “adat syarat” yang tidak  men-jazm-kan fi’il, yaitu:
لو، لولا، لوما، أما، إذا، لما، كلما
Contoh:
إذا مرضت فا ذهب إلى الطبيب
2.      Uslub Sumpah ( أسلوب القسم)
Uslub sumpah adalah kalimat yang dimaksudkan untuk menguatkan pesan yang disampaikan seseorang dengan menggunakan kata sumpah (,و, ت ب ) atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan “Demi...”

Contoh:
و الله لا نجاح إلا بالمجاهدة
(Demi Allah, tidak ada suatu keberhasilan kecuali dengan kerja keras)
3.      Uslub Pujian dan Celaan ( أسلوب المدح و الذم)
Uslub pujian dan celaan adalah gaya ungkapan yang dimaksudkan untuk memberikan pujian atau celaan. Sebagian besar uslub ini menggunakan kata نعم dan بئس. Dua kata tersebut dapat diartikan “Sebaik-baik” dan “Seburuk-buruk”.
Contoh:
نعم الصديق الكتاب
(Sebaik-baik teman adalah buku)
بئس القول شهادة الزور
(Seburuk-buruk perkataan adalah kesaksian palsu)
4.      Uslub Ketakjuban (أسلوب التعجب)
Uslub ketakjuban adalah gaya ungkapan yang dimaksudkan untuk menyampaikan suatu ketakjuban baik tentang seseorang, benda, maupun yang lainnya.
      Contoh:
ما أجمل السماء
(Betapa indahnya langit itu)
5.      Uslub Anjuran dan Peringatan (أسلوب الإغراء و التحذير)
Gaya ungkapan ini lebih banyak digunakan dalam bahasa lisan daripada bahasa tulis. Dalam bahasa tulis, uslub ini banyak dijumpai dalam karya sastra. Yang dimaksud dengan gaya ungkapan anjuran adalah gaya ungkapan yang menganjurkan orang kedua agar melakukan hal-hal yang terpuji. Sedangkan gaya ungkapan peringatan sebaliknya, yaitu peringatan kepada orang kedua agar menjauhi perbuatan tercela.
Cara mengidentifikasi gaya ungkapan ini adalah dengan melihat bahwa suatu kalimat hanya terdiri dari satu kata saja atau dua kata yang sejajar dan semuanya dibaca mansub. Cara menerjemahkan pola ini adalah dengan menggunakan kata-kata yang bermakna menganjurkan atau memperingatkan, misalnya “...lah”, “janganlah”, “sebaiknya”, dan sebagainya.
Contoh:
العدل
)Berbuat adillah!)
النفاق و الخيانة
(Jauhilah sifat munafik dan khiyanat!)
Titik rawan kesalahpahaman pada pola ini adalah pada dugaan bahwa ungkapan tersebut dipahami hanya sebagai satu kata atau dua kata yang sejajar, bukan dipahami sebagai kalimat lengkap. Disinilah penerjemah harus berhati-hati. Ungkapan-ungkapan seperti di atas itu tampaknya memang terdiri dari satu kata atau dua kata yang sejajar, namun sebenarnya merupakan sebuah kalimat lengkap, setidaknya dari aspek pesan yang dikandungnya. Misalnya, penerjemah salah dalam memahami kalimat tersebut menjadi “keadilan” dan “munafik dan khiyanat” saja.
6.      Uslub Khusus (أسلوب الاختصاص)
Uslub khusus yaitu uslub yang di dalamnya terdapat isim dzahir setelah dhamir, yang menjelaskan maksud dari dhamir.
Contoh:
نحن الجنود – ندافع عن الوطن
7.      Uslub Permintaan Tolong (أسلوب الاستغاثة)
Uslub minta tolong merupakan salah satu uslub seruan yang dipakai untuk meminta orang lain melakukan sesuatu untuk kita.
Contoh:
يا لرجل الإنقاذ للضالين
8.      Uslub Pertanyaan (أسلوب الاستفهام)
Uslub pertanyaan adalah gaya ungkapan yang dipakai untuk mencari informasi tertentu dengan cara bertanya menggunakan isim istifham.
Isim istifham terdiri dari: ما، من، متى، أين، كم، كيف، أي
Contoh:
كيف حالك؟
Daftar Pustaka
Mu’in, A. (2004). Diktat Nahwu 3. Bandung: Tidak Diterbitkan.

Begitulah pembahasan Mengenai Macam Macam Uslub

0 Response to "Macam Macam Uslub"

Posting Komentar