Peran Filsafat Ilmu Terhadap Perkembangan Ilmu

Berikut adalah Makalah mengenai Peran Filsafat Ilmu Terhadap Perkembangan Ilmu, Setelah penulis membaca buku Filsafat Ilmu dengan subjudul Peranan Filsafat Ilmu dalam Penjelajahan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni yang ditulis oleh Ihsan (2010: 261-263) maka penulis menyimpulkan bahwa kehadiran ilmu pengetahuan sebagai pemenuhan kebutuhan merupakan sesuatu yang penting karena ilmu pengetahuan dapat membantu untuk mempermudah pemahaman kita dalam menjalankan tugas kita. Di samping itu, kita harus pandai dan waspada dalam memahami ilmu agar ilmu tersebut tidak malah menjerumuskan kita kepada hal-hal yang tidak baik.
Ilmu pengetahuan terus berkembang sesuai dengan perubahan peradaban di dunia ini. Akan tetapi selain ilmu itu sangat dibanggakan karena besarnya manfaat yang diperoleh dari ilmu bagi manusia, namun seringkali dirasakan bahwa ilmu kadang merusak atau melunturkan nilai-nilai budaya yang dijunjung tinggi. Kebudayaan modern memiliki ciri adanya dominasi ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni yang mampu menciptakan krisis identitas diri yang mengkhawatirkan, sebagaimana yang dikemukakan juga oleh Sauri (2013: 234) bahwa era globalisasi membawa perubahan di berbagai bidang kehidupan. Sebagai produsen globalisasi, Amerika Serikat bersama bangsa-bangsa maju lainnya berhasil mempropagandakan iptek, informatika, gaya hidup, dan tatanan kehidupan hingga pojok-pojok dunia, termasuk di Indonesia. Bangsa-bangsa maju telah berhasil mencuci otak manusia dari berbagai bangsa di dunia.
Ilmu dan pengetahuan adalah dua hal yang saling melengkapi, pemahaman yang lebih lengkap tentang hakikat suatu realitas dapat dicapai melalui perpaduan antara ilmu dan pengetahuan. Manusia sebagai pelaku yaitu makhluk yang membuat alat, dan kemampuan membuat alat tersebut dimungkinkan oleh pengetahuan. Struktur-struktur logika yang sangat luas yang dilalui proses penyusunan suatu teori dengan menggunakan model dan lambang-lambang yang merupakan penyederhanaan realitas yang ingin dijelaskan oleh teori tersebut, membuat ilmu menjadi terbatas dan sempit tempat cakupannya.
Ahli ilmu alam meneliti proses secara alami dan menyusun hukum yang bersifat umum mengenai alam, dan tidak bermaksud untuk mengubah alam ataupun harus setuju dan tidak setuju dengan proses tersebut. Peneliti hanya berharap bahwa pengetahuan mengenai gejala alamiah akan memungkinkan bagi manusia untuk memanfaatkan proses alam itu.  Misalnya astronomi sebagai disiplin ilmu yang merumuskan suatu kesimpulan dasar mengenai orbit tata surya, tidak akan mengharapkan bahwa planet itu akan memberikan reaksi terhadap teori yang membahasnya.

Dari penjelasan di atas dapat dipahami bahwa kita sebagai orang yang mencintai ilmu dan menggunakan iptek agar kita dapat menggunakannya dengan baik dan benar, jangan sampai menggunakan iptek untuk hal-hal yang merugikan diri sendiri dan orang lain, serta merubah kepribadian kita sehingga terbawa arus globalisasi. Untuk menjauhkan diri dari hal-hal yang tidak baik yang diakibatkan pemanfaatan iptek yang kurang tepat tersebut kita harus mengimbanginya dengan memiliki akhlak yang kuat. Sauri (2013: 26) mengemukakan bahwa akhlak dapat diperkuat dengan faktor mantapnya keimanan, terbimbing oleh guru yang saleh, memiliki pengetahuan agama yang cukup dan benar, memiliki falsafah hidup yang baik, memiliki lingkungan pergaulan yang baik, visioner, memiliki pekerjaan dan aktivitas “kredensial”, dan terpenuhinya kebutuhan pokok. Dari pendapat tersebut dapat kita pahami bahwa apabila kita ingin menguasai iptek, kita harus mengimbanginya dengan akhlak yang baik dan iman yang kuat

Daftar Pustaka
Ihsan, A. F. (2010). Filsafat Ilmu. Jakarta: Rineka Cipta.
Sauri, S. (2013). Filsafat dan Teosofat Akhlak. Bandung: Genesindo.

Itulah sedikit pembahasan Makalah mengenai Peran Filsafat Ilmu Terhadap Perkembangan Ilmu,

0 Response to "Peran Filsafat Ilmu Terhadap Perkembangan Ilmu"

Posting Komentar