Implikasi Filsafat Ilmu Pada Pendidikan dan Sistem Pendidikan Berdasarkan Pancasila

Berikut adalah pembahasan mengenai Implikasi Filsafat Ilmu Pada Pendidikan dan Sistem PendidikanBerdasarkan Pancasila 

Menurut Kaelan dalam Surajiyo (2009: 161) bahwa Pancasila merupakan satu kesatuan dari sila-silanya harus merupakan sumber nilai, kerangka berfikir serta asas moralitas bagi pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi. Oleh karena itu, sila-sila dalam Pancasila menunjukkan sistem etika dalam pembangunan iptek, yakni sebagai berikut:


1.               Sila pertama mengimplementasikan ilmu pengetahuan, mencipta, perimbangan antara rasional dan irrasional, antara akal, rasa, dan kehendak. Sila pertama juga menempatkan manusia sebagai bagian yang sistematik dari alam yang diolahnya.
2.               Sila kemanusiaan yang adil dan beradab memberikan dasar-dasar moralitas bahwa manusia dalam mengembangkan iptek haruslah secara beradab.
3.               Sila persatuan Indonesia, memberikan kesadaran kepada bangsa Indonesia bahwa rasa nasionalisme bangsa Indonesia akibat dari sumbangan iptek, dengan iptek persatuan dan kesatuan bangsa dapat terwujud dan terpelihara, persaudaraan dan persahabatan antardaerah di berbagai daerah terjalin karena tidak terlepas dari faktor kemajuan iptek.
4.               Sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, mendasari perkembangan iptek secara demokratis. Artinya setiap ilmuwan haruslah memiliki kebebasan untuk mengembangkan iptek.
5.               Sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, kemajuan iptek harus dapat menjaga keseimbangan keadilan dalam kehidupan kemanusiaan.
Dari pendapat di atas, dapat dipahami bahwa Pancasila menganggap ilmu sebagai hal yang menunjang pembangunan dan Pancasila pun sudah mengatur etika dalam pemanfaatan ilmu pengetahuan tersebut.
Sila Ketuhanan Yang Maha Esa menjiwai sila-sila lainnya. Pendidikan nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Dengan sila pertama ini, kita diharapkan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa yang juga merupakan bagian dari tujuan pendidikan nasional, yaitu untuk menjadikan manusia yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT. Oleh karena itu, di lingkungan keluarga, sekolah dan di masyarakat harus ditanamkan nilai-nilai keagamaan dan Pancasila.
Sila kemanusiaan yang adil dan beradab mengisyaratkan bahwa setiap manusia mempunyai kebebasan dalam hal menuntut ilmu. Karena yang dibangun adalah masyarakat Pancasila, maka pendidikan harus dijiwai Pancasila sehingga akan melahirkan masyarakat yang bertanggung jawab, adil dan makmur baik spiritual maupun material, serta berjiwa pancasila.
Sila persatuan Indonesia tidak membatasi golongan dalam belajar. Ini berarti, bahwa semua golongan dapat menerima pendidikan baik golongan rendah maupun golongan tinggi, tergantung kepada kemampuannya untuk berpikir sesuai dengan UUD 1945 pasal 31 ayat 1.
Sila kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Sesuai dengan UUD 1945 pasal 28 menyatakan kebebasan untuk mengeluarkan pendapat baik secara lisan maupun tulisan. Jadi dalam menyusun tujuan pendidikan diperlukan ide-ide dari orang lain demi kemajuan pendidikan.
Sila keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Setiap bangsa di dunia bertujuan untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur. Dalam sistem pendidikan nasional, maksud adil dalam arti yang luas mencakup seluruh aspek pendidikan yang ada. Adil disini adalah adil dalam melaksanakan pendidikan antara ilmu umum dan keagamaan itu seimbang, di samping mengejar iptek, kita juga mengejar imtaq (iman dan taqwa) yang merupakan tujuan dari ibadah.
Dari penjelasan di atas dapat dipahami bahwa betapa Pancasila sudah mendasari dan memayungi cara masyarakat Indonesia dalam melaksanakan pendidikan nasional. Dapat dilihat dan dirasakan bahwa pelaksanaan pendidikan dan sistem pendidikan di Indonesia sekarang memang sudah berkembang dengan adanya pemanfaatan iptek. Misalnya di sekolah-sekolah sudah diajarkan komputer, internet, e-learning, e-book, dan sebagainya, serta hampir setiap sekolah dan universitas atau sekolah tinggi sudah memiliki website sendiri untuk mempromosikan diri dan membagikan pengalamannya. 

Dengan adanya kemajuan ilmu pengetahuan tersebut, maka kita sebagai bangsa Indonesia yang berada dalam sistem pendidikan berdasarkan Pancasila harus pandai dalam memanfaatkan ilmu pengetahuan dan harus dapat menjaga kebudayaan bangsa. Jangan sampai kemajuan iptek membunuh karakter dan kepribadian bangsa yang tertuang dalam Pancasila.

Daftar Pustaka 
Surajiyo. (2009). Filsafat Ilmu dan Perkembangannya di Indonesia. Jakarta: Bumi Aksara.



0 Response to "Implikasi Filsafat Ilmu Pada Pendidikan dan Sistem Pendidikan Berdasarkan Pancasila"

Posting Komentar