ANALISIS TEORETIK TENTANG KONSEP METODE TEAM GAME TOURNAMENT DALAM PENINGKATAN HASIL BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN



1.      Metode Team Games Tournament (TGT)
a.      Pengertian Metode Team Games Tournament (TGT)
Pembelajaran kooperatif model TGT adalah salah satu tipe atau model pembelajaran kooperatif yang mudah diterapkan, melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan status, melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya dan mengandung unsur permainan dan reinforcement.
Aktivitas belajar dengan permainan yang dirancang dalam pembelajaran kooperatif model TGT memungkinkan siswa dapat belajar lebih rileks disamping menumbuhkan tanggung jawab, kerjasama, persaingan sehat dan keterlibatan belajar.
b.      Tujuan dari Metode TeamGames Tournament (TGT)
     Agar siswa dapat termotivasi untuk meningkatkan hasil belajar dengan hasil yang memuaskan dan mampu berfikiran lebih maju sertamemungkinkan siswa dapat belajar lebih rileks disamping menumbuhkan tanggung jawab, kerjasama, persaingan sehat dan keterlibatan belajar. Metode ini juga tidak mengharapakan siswa hanya sekedar mendengarkan,mencatat,kemudian menghafal materi pelajaran akan tetapi melalui metodeTeamGames Tournament (TGT)   siswa aktif berkomunikasi,berfikiran lebih maju sertamemungkinkan siswa dapat belajar lebih rileks disamping menumbuhkan tanggung jawab, kerjasama, persaingan sehat dan keterlibatan belajar. (nadhirin 2008 )
c.       Fungsi Metode Team Games Tournament (TGT)  
     Metode pembelajaran Team Games Tournament (TGT)  merupakan rangkaian aktivitas pembelajaran yang menekankan kepada proses penyelesaaian secara ilmiah.metode ini tidak mengharapakan siswa hanya sekedar mendengarkan,mencatat,kemudian menghafal materi pelajaran akan tetapi melalui metode  Team Game Tournament siswa aktiflebih maju sertamemungkinkan siswa dapat belajar lebih rileks disamping menumbuhkan tanggung jawab, kerjasama, persaingan sehat dan keterlibatan belajar. Sanjaya wijaya (2008).
      Menurut Suharno, dkk (2006) metode Team Gamas Tournament melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan status, melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya dan mengandung unsur permainan dan reinforcement. Aktivitas belajar dengan permainan yang dirancang dalam pembelajaran kooperatif model TGT memungkinkan siswa dapat belajar lebih rileks disamping menumbuhkan tanggung jawab, kerjasama, persaingan sehat dan keterlibatan belajar.
      Menurut Zuhairni  (1997:110) menngungkapakan bahwa metode Team Game Tournament merupakan Aktivitas belajar dengan permainan yang dirancang dalam pembelajaran kooperatif model TGT memungkinkan siswa dapat belajar lebih rileks disamping menumbuhkan tanggung jawab, kerjasama, persaingan sehat dan keterlibatan belajar.
d.      Langkah-langkah Metode Team Game Tournament (TGT)
Team games tournaments (TGT) setiap tim beranggotakan 4-5 orang yang memiliki kemampuan yang setara atas dasar hasil tes minggu sebelumnya. Siswa yang berprestasi paling rendah pada tiap kelompok mempunyai peluang yang sama untuk memperoleh poin bagi timnya sebagai siswa yang berprestasi tinggi. Meskipun keanggotaan tim tetap sama, tetapi tiga orang yang mewakili tim untuk bertanding dapat berubah berdasarkan penampilan dan prestasi masing-masing anggota. Sebagai contoh siswa yang berprestasi rendah yang sebelumnya bertanding melawan siswa yang kemampuannya setara dapat bertanding melawan siswa yang berprestasi lebih tinggi ketika mereka menjadi lebih mampu. Slavin (1995:84-86) mengatakan bahwa komponen-komponen dalam TGT perlu memperhatikan
a.      Presintasi Kelas
Dalam presentasi kelas siswa diperkenalkan dengan materi pembelajaran yang diberikan secara langsung oleh guru atau didiskusikan dalam kelas dengan guru sebagai fasilitator. Pembelajaran mengacu pada apa yang disampaikan guru agar kelak dapat membantu siswa dalam mengikuti team games turnaments.
b.      Kelompok (Team)
     Kelompok terdiri dari empat sampai lima orang yang hiterogen. Tujuan utama pembentukan kelompok adalah untuk meyakinkan siswa bahwa semua anggota kelompok belajar dan semua anggota
 mempersiapkan diri untuk mengikuti game dan turnamen dengan sebaik-baiknya. Diharapkan setiap anggota kelompok melakukan hal yang terbaik untuk kelompoknya
c.       Permainan (Games)
    Permainan dibuat dengan isi pertanyaan-pertanyaan untuk mengetes pengetahuan siswa yang didapat dari presentasi kelas dan latihan kelompok. Game dimainkan dengan meja yang berisi tiga siswa yang diwakili kelompok berbeda. Siswa mengambil kartu yang bernomor dan berusaha untuk menjawab pertanyaan sesuai dengan nomor. Aturannya membolehkan pemain untuk menantang jawaban yang lain
d.      Kompetisi (Turnamen)
   Kompetisi merupakan bentuk permainan langsung. Umumnya diselenggarakan pada akhir minggu setelah guru membuat presentasi kelas dan kelompok-kelompok mempraktikkan tugas-tugasnya. Untuk turnamen pertama guru memberikan siswa permainan-permainan meja tiga siswa-siswa dengan kemampuan tertinggi di meja 1, meja 2 dan setrusnya. Kompetisi ini merupakan system penilaian kemampuan perorangan dalam STAD, memungkinkan bagi siswa dari semua level di penampilan sebelumnya untuk mengoptimalkan nilai kelompok mereka menjadi yang terbaik
e.       Penghargaan Kelompok (Teamrecognize)
    Guru kemudian mengumumkan kelompok yang menang, masing-masing team akan mendapat sertifikat atau hadiah apabila rata-rata skor memenuhi kriteria yang ditentukan. Team mendapat julukan “Super Team” jika rata-rata skor 45 atau lebih, “Great Team” apabila rata-rata mencapai 40-45 dan “Good Team” apabila rata-ratanya 30-40
e.       Kelebihan dan KelemahanMetode Team Game Tournament(TGT)
·         Kelebihan Metode Team Game Tournament (TGT)
Kelebihan TGT  Metode pembelajaran kooperatif Team Games Tournament (TGT) ini mempunyai kelebihan Menurut (Suarjana 2000:10) dalam ( Istiqomah : 2006), yang merupakan kelebihan dari pembelajaran TGT antara lain:

1.    Lebih meningkatkan pencurahan waktu untuk tugas
2.    Mengedepankan penerimaan terhadap perbedaan individu
3.    Dengan waktu yang sedikit dapat menguasai materi secara mendalam
4.    Proses belajar mengajar berlangsung dengan keaktifan dari siswa
5.    Mendidik siswa untuk berlatih bersosialisasi dengan orang lain
6.    Motivasi belajar lebih tinggi
7.    Hasil belajar lebih baik
8.    Meningkatkan kebaikan budi, kepekaan dan toleransi
·         Kelemahan Metode Team Game Tournament (TGT)
Kelemahan TGT  Metode pembelajaran kooperatif Team Games Tournament (TGT) ini mempunyai kelebihan Menurut (Suarjana 2000:10) dalam (Istiqomah : 2006) yang merupakan kelemahan dari pembelajaran TGT antara lain:
1.      Bagi Guru
          Sulitnya pengelompokan siswa yang mempunyai kemampuan heterogen dari segi akademis. Kelemahan ini akan dapat diatasi jika guru yang bertindak sebagai pemegang kendali teliti dalam menentukan pembagian kelompok waktu yang dihabiskan untuk diskusi oleh siswa cukup banyak sehingga melewati waktu yang sudah ditetapkan. Kesulitan ini dapat diatasi jika guru mampu menguasai kelas secara menyeluruh.
2.      Bagi Siswa
          Masih adanya siswa berkemampuan tinggi kurang terbiasa dan sulit memberikan penjelasan kepada siswa lainnya. Untuk mengatasi kelemahan ini, tugas guru adalah membimbing dengan baik siswa yang mempunyai kemampuan akademik tinggi agar dapat dan mampu menularkan pengetahuannya kepada siswa yang lain.

0 Response to "ANALISIS TEORETIK TENTANG KONSEP METODE TEAM GAME TOURNAMENT DALAM PENINGKATAN HASIL BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN"

Posting Komentar