Latest Updates

MACAM – MACAM METODE PENELITIAN




1.      Metode Penelitian Experimen
Metode Penelitian Experimen dapat diartikan sebagai metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang terkendalikan.(Sugiyono : 2008 : 107)

Beberapa bentuk Design Experimen
Ada beberapa bentuk design yang digunakan dalam penelitian antara lain :
·         Pre-experimental design disebut design ini karena hasil experiment yang berupa variable dependen dipengaruhi variable independen, atau dapat terjadi pula karena tidak adanya variable control dan sampel tidak dipilih secra random.
·         True experiment design disebut design ini karena peneliti dapat megontrol semua variable luar yang mempengaruhi jalannya experiment. Ciri utam design ini adalah sampel yang digunakan untuk experiment maupun kelompok control dipilih secara random dari populasi tertentu.
·         Factorial design yaitu merupakan modifikasi dari design true experiment dengan memperhatikan kemungkinan adanya variable moderator yang mempengaruhi perlakuan (variable independen) terhadap hasil (variable dependen).
·         Quasi experimental design adalah merupakan pengembangan dari true experimental design yang sulit dilaksanakan. Karena mempunyai kelompok control yang tidak berfungsi sepenuhnya untuk mengontrol variable yang mempengaruhi pelaksanaan experiment.
Tahapan adalam penelitian experiment ini adalah :
1)      Menentukan judul penelitian
2)      Menentukan  kelompok experiment dan kelompok control
3)      Menggunakan t-test , wawancara, dalam pengumpulan datanya
4)      Menggunakan true experimental design dalam mengolah datanya

5)      Hipotesisnya berupa hipotesis deskriptif atau komperatif

Penelitian ini dengan melakukan percobaan terhadap kolompok eksperimen.Kepada setiap kelompok eksperimen dikenakan perlakuan tertentu dengan kondisi yang dapat dikontrol.
Data sebagai hasil pengaruh perlakuan terhadap kelompok eksperimen diukur secara kuantitatif kemudian dibandingkan. (Amirul Hadi,Haryono:2005:51)
Penelitian eksperimen dapat didefinisikan sebagai metode sistematis guna membangun hubungan yang mengandung fenomena sebab akibat. Penelitian eksperimen merupakan metode inti dari model penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif. Dalam metode eksperimen, peneliti harus melakukan tiga persyaratan, yaitu kegiatan mengontrol, memanipulasi, dan observasi. Dalam penelitian eksperimen, peneliti membagi objek atau subjek yang diteliti menjadi dua kelompok yaitu kelompok treatment yang mendapatkan perlakuan dan kelompok kontrol yang tidak mendapat perlakuan. (Trianto, M.Pd:2010: 197)
Ciri – cirinya adalah:
1.      Terdapat dua kelompok, yaitu eksperimen dan kelompok control
2.      Mengusahakan agar pengaruh perlakuan eksperimen menjadi maksimal dan pengaruh ubahan penyangga menjadi minimal
3.      Harus mempertimbangkan kasahihan ke dalam (internal validity) yaitu memperhitungkan perbedaan pengaruh yang diakibatkan oleh perlakuan eksperimental dengan perlakuan pembanding
4.      Mempertimbangkan kesahihan keluar (eksternal validity) yaitu memperhitung kan hasil penelitian dapat diberlakukan umum dengan kondisi berkesesuain. 

Tahapan-tahapan
Tahapan-tahapanPenelitian ini dimulai dengan :
·         Membuat hipotesis kausal yang terdiri dari variabel bebas dan variabel terikat.
·         Mengukur variabel terikat dengan pengujian awal (pre-test),
·         Memberikan treatment/stimulus kedalam kelompok yang diteliti,
·         Mengukur kembali variabel terikat setelah diberikan stimulus (post-test).
Instrumen pengumpul data
Studi dokumentasi melalui survei kepustakaan, lembar observasi,

2.      Penelitian Historis

Penelitian historis adalah penelitian yang ditujukan pada rekonstruksi masa lampau secara sistematis dan obyektif memahami peristiwa masa lampau itu.
Data yang dikumpulkan pada penelitian ini sukar dikendalikan, maka tingkat kepastian pemecahan masalah dengan metrode ini sangat rendah.
Data yang dikumpulkan biasanya merupakan hasil pengamatan orang lain, seperti surat – surat atau dokumen masa lalu. Penelitian ini ditujukan pada kehidupan pribadi seseorang disebut juga biografis. (Amirul Hadi,Haryono:2005:57)
Ciri – ciri metode ini :
1.      Data yang dikumpulkan diambil dari hasil observasi orang lain. Data yang baik data yang autentik, tepat dari sumber yang penting
2.      Penelitian dilakukan dengan tertib, sistematis obyektif dan tuntas
3.      Data dikumpulkan dari sumber primer, yaitu peneliti sendiri langsung melakukan observasi atas peristiwa yang dilaporkan.
4.      Data yang berbobot diuji secara eksternal dan internal
·         Pengujian eksternal memeriksa autentiknya data
·         Pengujian internal memeriksa kegayutan data
·         Pengujian ini yang membuat sebuah penelitian menjadi tertib

Tahapan-tahapan
Tahapan-tahapan yang ditempuh dalam penelitian sejarah adalah sebagai berikut:
(1)   Menuliskan definisi masalah.
(2)   Merumuskan tujuan penelitian dan jika mungkin merumuskan hipotesis yang akan memberi arah dan fokus bagi kegiatan itu.
(3)   Mengumpulkan data
(4)   Mengevaluasi data yang diperloeh dengan melakukan kritik eksternal dan krtik internal
(5)   Menuliskan laporan.
Instrumen yang digunakan dalam metode histori adalah:
        Pedoman Studi Dokumentasi
        Wawancara terhadap Sumber menggunakan pedoman wawancara
Bentuk kesimpulan akhir
Kegiatan  terakhir  dari  penelitian  sejarah  (metode  sejarah)  adalah serangkaikan  fakta  berikut  maknanya  secara  kronologis/diakronis  dan sistematis, menjadi  tulisan  sejarah  sebagai kisah. Kedua  sifat uraian  itu harus benar-benar  tampak,  karena  kedua  hal  itu  merupakan  bagian  dari  ciri  karya sejarah ilmiah, sekaligus ciri sejarah sebagai ilmu.

3.      Penelitian Deskriptif
Penelitian deskriptif berusaha memberikan dengan sistematis dan cermat fakta – fakta aktual dan sifat populasi tertentu.Misalnya penelitian yang dilakukan mahasiswa menyusun tesis untuk memperolah gelar sarjana kependidikan di IKIP biasnya merupakan penelitian deskriptif, seperti mengenai kemunduran prestasi belajar siswa.
(Amirul Hadi,Haryono:2005:55)
Penelitian Deskriptif ialah penelitianyang berusaha mendeskripsikan suatu gejala, peristiwa, kejadian yang terjadi sekarang. Penelitian deskriptip memusatkan perhatian kepada masalah-masalah aktual sebagaimana adanya pada saat penelitian berlangsung. Melalui penelitian deskriptif, peneliti berusaha mendeskripsikan peristiwa dan kejadia yang menjadi pusat perhatian tanpa memberikan perlakuan khusus terhadap peristiwa tersebut. Variabel yang diteliti bisa tunggal (satu variabel) bisa juga lebih dari satu variabel. (Trianto, M.Pd:2010: 203-205)
Ciri – cirinya adalah:
1.      Bertujuan untuk memecahkan masalah actual yang dihadapi sekarang
2.      Bertujuan untuk mengumpulkan data atau informasi yang disusun, dijelaskan dan dianalisis.
3.      Hipotesis berupa kesimpulan atau penyelesaian suatu masalah.

Tahapan- tahapan
        Mendefinisikan dengan jelas dan spesifik tujuan yang akan dicapai..
        Merancang cara pendekatannya
        Mengumpulkan data
        Menyusun laporan
Instrumen pengumpul data
Dalam metode deskriptif Instrumen pengumpul data yang biasa digunakan adalah: Pedoman Wawancara untuk Wawancara, Quesioner untuk Angket,

Teknik Pengolahan data
Tabulasi data, Tabelling, Analisis Tabel

Bentuk kesimpulan akhir
Akumulasi data dasar dalam cara deskriptif.
Hasil akhir dari penelitian ini biasanya berupa tipologi atau pola-pola mengenai fenoemena yang sedang dibahas.

4.      Penelitian Filosofis
Metode filosofis adalah prosedur pemecahan masalah yang diselidiki secara rasional melalui pemikiran yang terarah, mendalam, dan mendasar tentang hakikat sesuatu, baik dengan mempergunakan pola berpikir aliran filsafat tertentu maupun dalam bentuk analisa sistematik.Berdasarkan pola berpikir induktif, deduktif, maupun penomenologis.Dengan memperhatikan hukum-hukum berpikir (logika). (Muhammad, AbdulKadir. 2004 : 75)
Teknik Pengolahan data
Karena metode Filosofis termasuk kedalam pendekatan Kualitatif, maka teknik pengolahan data yang bisa digunakan adalah:
1.      Selama Proses penelitian di lapangan: pengumpulan data, kesimpulan, dan Verifikasi
2.      Display data
3.      Reduksi data
4.      Kesimpulan dan Verifikasi



5.      PenelitianEksploratif
Penelitian eksploratori bersifat mendasar dan bertujuan untuk memperoleh keterangan, informasi, data mengenai hal-hal yang belum diketahui. Karena bersifat mendasar, penelitian ini disebut penjelajahan  (eksploration). Penelitian eksploratori dilakukan apabila peneliti belum memperoleh data awal sehingga belum mempunyai gambaran sama sekali mengenai hal yang akan diteliti. Penelitian eksploratori tidak memerlukan  hipotesis atau teori tertentu. Peneliti hanya menyiapkan beberapa pertanyaan sebagai penuntun untuk memperoleh data primer berupa keterangan, informasi, sebagai data awal yang diperlukan.( Zulnaidi: 2007: 98)
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjadikan topik baru lebih dikenal oleh masyarakat luas, memberikan gambaran dasar mengenai topik bahasan, menggeneralisasi gagasan dan mengembangkan teori yang bersifat tentatif, membuka kemungkinan akan diadakannya penelitian lanjutan terhadap topik yang dibahas, serta menentukan teknik dan arah yang akan digunakan dalam penelitian berikutnya.

Instrumen pengumpul data
Metode pengumpulan data primer yang  digunakan adalah observasi di lokasi penelitian dan wawancara dengan responden. Penelitian eksploratori adalah semacam studi kelayakan (feasibility study).

Bentuk kesimpulan akhir
Penelitian eksploratori adalah semacam studi kelayakan (feasibility study).jadi hasil akhir dari penelitian ini adalah berupa masukan bagi pihak-pihak terkait mengenai kelayakan suatu hal.







DAFTAR PUSTAKA


Zulnaidi. Metode Penelitian, USU Repository, 2007.

Muhammad, AbdulKadir. Filosofi dan Metode Penelitian Sosial, 2004


Amirul Hadi,Haryono.Metodologi Penelitian Pendidikan. Bandung. Pustaka Setia Cet.10 2005

Sugiyono.Metode Penelitian Pendidikan kuantitatif, kualitatif, R dan D.  Bandung. Alfabeta, 2008

Trianto, M.Pd. Pengantar Penelitian Pendidikan bagi Pengembangan Profesi Pendidikan & Tenaga Kependidikan. Jakarta.  Kencana Prenada Media Group (Cet. Ke-1 2010)





0 Response to "MACAM – MACAM METODE PENELITIAN"

Poskan Komentar

Google+ Followers

Follow by Email